REPORTER: Dody Ariandi
KLIKSUMUT.COM | BINJAI – Pemerintah Kota Binjai bekerja sama dengan Perum Bulog Divisi Regional Sumut, Bosfood, dan Distributor Pangan menggelar pasar pangan murah, kegiatan ini untuk membantu memenuhi stabilisasi pasokan dan harga pangan masyarakat menyambut Idul Fitri 1446 H/2025.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) diadakan dilokasi halaman gedung IPHI Kota Binjai (samping masjid agung Kota Binjai) Jalan Olahraga, Kelurahan. Timbang Langkat, Kecamatan. Binjai Kota, Sumut, Jumat (21/03/2025) pukul 08:00 WIB hingga selesai.
BACA JUGA: Safari Ramadhan di Binjai: Gubsu Bobby Tekankan Pentingnya Melawan Narkoba
Gerakan Pangan Murah dilakukan dengan beberapa tujuan untuk, mengendalikan harga bahan pangan agar tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat, terutama menjelang hari raya Idul Fitri. Selanjutnya, untuk meningkatkan ketersediaan bahan pangan di pasar, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan bahan pangan yang dibutuhkan. Kemudian membantu masyarakat miskin yang memiliki kendala ekonomi, sehingga mereka dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih bahagia. Sehingga dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat, terutama dalam membeli bahan pangan untuk kebutuhan sehari-hari. Bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam hal ketersediaan dan aksesibilitas bahan pangan yang cukup dan bergizi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Kota Binjai Ralasen Ginting
mengatakan sesuai arahan Menko Pangan Zulkifli Hasan pada rapat Ketersediaan Pangan Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Pemerintah Kabupaten/Kota harus melaksanakan Gerakan Pangan Murah dan Operasi pasar untuk membantu masyarakat mendapatkan pangan yang murah, ujar Ralasen.
Pemerintah setempat menyediakan sebanyak 5 ton beras, 240 liter minyak Kita, Bawang Merah 20 kg, Cabe 20 kg , bawang putih 20 kg, Gula, Tepung, Syirup dan berbagai kebutuhan pangan menyambut Idul Fitri, masyarakat sangat antusias dengan adanya Gerakan Pangan ini dan berharap kegiatan seperti ini sering dilaksanakan.
“Harga komoditi tersebut telah disubsidi oleh Pemerintah Kota Binjai sehingga masyarakat dapat memperolehnya dengan harga yang terjangkau, yakni hemat mencapai Rp. 10 ribu,” terang Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Binjai, T. Lina
“Seperti biasa melanjutkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dilakukan dengan tetap mengadakan bahan pangan yang dibutuhkan, seperti beras, gula, minyak goreng, dan lain-lain. Kemudian Tim pelaksana GPM yang dibentuk untuk mengkoordinasikan kegiatan, seperti pengadaan bahan pangan, pendistribusian, dan lain-lain. Selanjutnya, bahan pangan yang telah diadakan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama kepada mereka yang memiliki kendala ekonomi. Lebih lanjutnya, melakukan pengawasan dan evaluasi dilakukan untuk memastikan bahwa Gerakan Pangan Murah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Serta mengedepankan kerja sama dengan pihak lain, seperti organisasi masyarakat sipil, perusahaan, dan lain-lain, dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas Gerakan Pangan Murah,” ujar Lina.
Lanjut, Lina menyatakan, strategi promosi Gerakan Pangan Murah (GPM) kita posting di media sosial, selebgram, spanduk dan kerja sama dengan tokoh masyarakat untuk mempromosikan pelaksanaan GPM di tengah-tengah masyarakat, kata Lina.
Sebelumnya, Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di gelar bertempat di Aula Raja Inal Siregar, Lt. 2 Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (14/2/2025) lalu, Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antar berbagai pihak guna mengambil langkah strategis dalam pengendalian inflasi, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1446 H dan ketahanan pangan di Provinsi Sumatera Utara.
Dari keterangan pers Wakil Gubernur Sumatra Utara Surya menghimbau kepada setiap kabupaten/kota untuk mengoptimalkan Program Kerja Sama Antar-Daerah (KAD) dalam pengendalian inflasi. “Setiap daerah yang produksi pertaniannya telah mengalami surplus bisa membantu atau menyuplai daerah-daerah yang defisit,” ujarnya.
Lanjut, Surya juga menekankan pentingnya penyelenggaraan pasar murah untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
BACA JUGA: Tim Ramdhan Kelurahan Kartini Binjai Kota Salur Ratusan Takjil Selama Ramadhan Penuh
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI), Rudy Brando Hutabarat, mengungkapkan bahwa strategi pengendalian inflasi yang tepat dapat mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi, serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Rudy juga menyampaikan bahwa pada Februari 2025, Sumatera Utara mengalami deflasi sebesar -0,63% (m/m), dengan inflasi tahunan sebesar 0,73% (y/y), yang disebabkan oleh penurunan tarif listrik dan terkendalinya harga pangan.
Lebih lanjut, Rudy menyebutkan bahwa gerakan pasar pangan murah telah dilaksanakan sebanyak 74 kali hingga 12 Maret 2025, dengan memastikan kelancaran distribusi melalui sidak pasar dan distributor yang dilakukan sebanyak 73 kali. Program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah daerah dalam menjalankan program 4K, yaitu Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, dan Komunikasi Efektif, untuk memastikan kelancaran pasokan pangan selama HBKN Idul Fitri 1446 H.
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekdaprov Sumatera Utara Muhammad Armand Effendy Pohan, Forkopimda se-Sumatera Utara, Kepala BPS Sumut, Kepala Bulog yang diwakili, serta seluruh kepala daerah dan perwakilan kepala daerah se-Sumut. (KSC)








