Pemkab Langkat Anggarkan Perbaikan Fasilitas Umum Rusak Akibat Banjir Besar di 16 Kecamatan

Pemkab Langkat Anggarkan Perbaikan Fasilitas Umum Rusak Akibat Banjir Besar di 16 Kecamatan
Kantor Dinas PUTR Langkat di Stabat. (foto/ist)

KLIKSUMUT.COM | LANGKAT – Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mulai menyiapkan anggaran untuk memperbaiki berbagai fasilitas umum yang rusak akibat banjir besar yang melanda 16 kecamatan beberapa waktu lalu. Derasnya debit air menyebabkan sejumlah jembatan, jalan, dan tanggul jebol, sehingga pemulihan infrastruktur menjadi prioritas dalam R-APBD 2026.

Kepala Dinas PUTR Langkat, Khairul Azmi, memastikan bahwa anggaran perbaikan telah masuk dalam rancangan anggaran tahun depan.

“Untuk perbaikan beberapa fasilitas umum akibat bencana banjir sudah kita anggarkan di R-APBD 2026, seperti jembatan dan lainnya,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).

Azmi menjelaskan bahwa beberapa tanggul besar yang jebol berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Benteng yang jebol itu wewenang provinsi. Mulai dari Kecamatan Wampu, Padang Tualang, Tanjung Pura, sampai Sawit Seberang,” terangnya.

Meski begitu, Pemkab Langkat tetap memberikan bantuan teknis.

“Kita juga ikut membantu, misalnya dengan menyediakan pasir dan alat berat. Tetap kita koordinasi dengan provinsi,” tambahnya.

BACA JUGA: BSI Medan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Langkat

Bacaan Lainnya

Untuk tanggul di bawah kewenangan kabupaten, pengerjaan sudah berlangsung.

“Seperti di Selipit, Desa Mangga, tanggulnya bocor dan sedang dikerjakan. Ada juga beberapa titik di Sei Lepan,” jelas Azmi.

Sementara itu, jalan kabupaten yang sempat terputus akibat banjir kini telah bisa dilalui kendaraan roda empat.

“Jalan dari Tanjung Beringin menuju Padang Tualang, Batang Serangan, dan Sawit Seberang sudah bisa diakses. Dalam waktu dekat akan selesai sepenuhnya,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kominfo Langkat, Wahyudiharto, menyebutkan bahwa banjir besar tersebut merendam 122.527 kepala keluarga (KK) di 16 kecamatan.

“Tercatat 11 warga meninggal dunia, masing-masing 5 orang di Kecamatan Babalan dan 6 orang di Besitang,” katanya, Senin (1/12/2025).

Kecamatan dengan dampak terparah adalah: Tanjung Pura: 18.629 KK, Stabat: 17.270 KK, Secanggang: 13.619 KK dan Babalan: 13.523 KK

BACA JUGA: Ratusan Rumah Masih Terendam Banjir di Langkat, Warga Terancam Terserang Penyakit

Berdasarkan pantauan di lapangan, debit air mulai surut di beberapa wilayah seperti Kecamatan Hinai, Desa Cempa, Batu Melenggang, Kelurahan Pekan Tanjung Pura, Desa Paya Perupuk, dan Desa Pematang Tengah.

Penurunan debit juga terlihat di Kecamatan Gebang (Desa Air Hitam), Babalan (Desa Securai), Sei Lepan (Kelurahan Alur Dua), Brandan Barat, Pangkalan Susu, dan Besitang. (KSC)

REPORTER: Dody Ariandi

Pos terkait