PALEMBANG | kliksumut.com – Semua berbaur, bercengkrama dan saling bercanda. Sepintas, tak ada jarak pembeda bagi mereka. Juga tak ada kesan ketegangan dan juga kekecewaan seperti yang tersaji di atas lapangan hijau. Semua seakan sirna begitu saja.
Layaknya saudara walau tak sedarah. Ya, inilah kesan yang tampak saat skuat Ayam Kinantan julukan bagi PSMS Medan, ketika mendapat undangan dari salah satu pemainnya, Rizky Abdiansyah.
Gelandang bertahan yang besar di Palembang ini menjamu seluruh pemain PSMS di lokasi tambak pribadi keluarganya yang berlokasi di kawasan Jalan Padat, Palembang, Sabtu (16/10/2021) sore .
BACA JUGA: PSMS Kontra Semen Padang Berakhir Seri
Kediaman yang memiliki halaman nan luas itu pun tak disia-siakan Syaiful Ramadhan dkk untuk memaknai keindahan sore itu. Dari memancing, bermain layangan, bermain kelereng hingga mengendarai motor ATV layaknya rider di atas sirkuit pun dilakukan.
Semua larut akan keceriaan. Ditambah sambutan hangat keluarga besar Rizki Abdiansyah dengan jamuan makanan khas Empek-empek Palembang kian menambah keakraban dan kehangatan keluarga tak sedarah itu. Bak tamu kehormatan. Kesan yang hadir pastinya.
Senyum hangat dan beragam sajian turut menambah daftar indah jamuan yang dihidangkan tuan rumah. Tentu, menjadi momen yang tak kan mudah dilupakan.
Ya, semua kisah dan cerita ini pastinya kan terlukis indah dalam memori. Namun, ada satu hal yang jauh lebih bermakna. Kekompakan. Satu kata yang mampu menjadi senjata ampuh bagi punggawa PSMS yang kini tengah berjuang merajut mimpi di ‘Bumi Sriwijaya’.
Skenario melaju ke kasta tertinggi dalam kompetisi Liga 2 yang dimotori PSSI dan PT LIB selaku operator tentu bakal sulit tercapai tanpa visi dan misi yang sama.
Tak cukup modal pemain mahal dan berpengalaman. Karena pada prinsipnya menjalin komunikasi dan saling memahami adalah inti dari satu kesatuan tim yang dibangun.
BACA JUGA: Semen Padang Samakan Keunggulan 1-1 Kontra PSMS Medan
Ini jugalah yang kerap ditekankan tim pelatih kepada anak asuhnya.
Bagi Uwak panggilan akrab Ansyari Lubis selaku kepala pelatih, membangun komunikasi harus dilakukan tak hanya di atas lapangan hijau semata. Namun juga dalam keseharian.
“Ini adalah momen dimana kita bisa menjalin kekompakan antara pelatih, pemain dan semua yang menjadi bagian dalam PSMS,” ujarnya.
“Ketika chemistrynya dapat maka semua akan lebih mudah. Kita akan memahami dan mengetahui semua karakter para pemain begitu juga pelatih sehingga mudah menyatukan visi dan misi. Karena kita semua di sini memiliki mimpi yang sama, Liga 1,” sambungnya.
Semoga saja semua kenangan indah ini menjadi perajut mimpi indah si Ayam Kinantan yang telah mengawali langkahnya di Bumi Sriwijaya. (BNL)








