PALAS | kliksumut.com – Pasca banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Batang Lubu Sutam Kabupaten Padang Lawas (Palas) yang telah merusak ratusan rumah warga dan sarana fasilitas umum lainnya, Kepala BPBD Kabupaten Padang Lawas (Palas) Amit Hadi Nasution merilis kerugian pasca banjir itu mencapai 40 miliar.
Hal itu dikatakannya kepada kliksumut Kamis (13/1/2022), ia juga menjelaskan estimasi kerugian itu baru taksiran dari proses pendataan.
Sesuai data terbaru lanjut Amid, kerugian itu berupa 560 unit rumah warga rusak ringan, rusak sedang 62 unit dan 131 unit rumah warga rusak berat.
BACA JUGA: Kwarran Samudera Menyalurkan Bantuan Sembako Bencana Banjir
Kemudian terdapat juga fasilitas umum yang rusak seperti jalan Kabupaten ruas Mondang-Pinarik, jembatan gantung yang hancur, kerusakan saluran irigasi, Penerangan Jalan Umum (PJU), tiang listrik tumbang dan termasuk dua unit kenderaan roda empat dan kendaraan roda dua mencapai 50 unit yang mengalami kerusakan.
Sedangkan di bidang sosial terdapat kerusakan pada fasilitas kesehatan berupa Puskesmas Pembantu (Pustu) dan satu unit Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dan satu unit Sekolah Dasar (SD) dengan kerusakan ringan dan berat di beberapa ruangan, begitu juga dua unit bangunan Masjid.
Seterusnya pada bidang ekonomi produktif, lanjut Amid, seperti pertanian terdapat 22 hektare sawah rusak berat dan 106 hektare rusak ringan dan bidang peternakan dengan kerugian mencapai Rp 127.300.000, bidang perikanan dengan kerugian mencapai Rp 175.150.000.
BACA JUGA: Camat Huta Raja Tinggi Serahkan 1 Truck Bantuan Kepada Korban Banjir Bandang Di Desa Tamiang
Ia menambahkan, saat ini Pemkab Palas sedang membantu pemulihan pasca banjir dengan merencanakan biaya untuk perbaikan rumah warga yang rusak dengan estimasi biaya per rumah untuk kerusakan berat Rp 81 juta, rusak sedang Rp 54 juta dan rusak ringan dengan biaya Rp 27 juta perunit rumah.
“Pihak BPBD Palas juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir, termasuk pihak perusahaan dan lembaga lainya,” kata Amid mengakhiri. (Darma Siregar)








