OTT KPK di Medan: 3 Orang Ditangkap, Termasuk Mantan Kepala Daerah dan Komisaris PT DNG

OTT KPK di Medan: 3 Orang Ditangkap, Termasuk Mantan Kepala Daerah dan Komisaris PT DNG
KPK lakukan penyegelan kantor yang berlokasi di Jalan Teratai, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan yang diduga milik inisal K. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggebrak dengan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Medan, Sumatera Utara. Dalam operasi senyap yang digelar pada Jumat (27/6/2025), sebanyak tiga orang berhasil diamankan oleh tim antirasuah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga orang yang diamankan tersebut adalah K, Komisaris PT Dalihan Natolu Grup (DNG), RN, dan mantan kepala daerah berinisial SP. Penangkapan ini menambah daftar panjang OTT KPK terhadap dugaan kasus korupsi yang melibatkan pejabat dan pihak swasta.

“Tiga orang ditangkap bang, K, RN, sama SP,” ujar seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya kepada wartawan.

BACA JUGA: KPK Lakukan OTT di Medan: Operasi Senyap Kedua Sepanjang 2025

Diketahui, K ditangkap di kantornya yang berlokasi di Jalan Teratai, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan. Sementara RN dan SP ditangkap di lokasi berbeda di Kota Medan.

Meski demikian, hingga berita ini ditayangkan, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait identitas lengkap dan kasus yang menjerat ketiganya. Konfirmasi lebih lanjut kepada Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, juga belum mendapatkan tanggapan.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, sebelumnya membenarkan adanya operasi tangkap tangan ini. “Benar,” kata Fitroh singkat, seperti dikutip dari Kompas.com.

OTT di Medan ini menjadi operasi senyap kedua yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2025. Sebelumnya, KPK menggelar OTT pada Maret 2025 di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

BACA JUGA: FAM Desak KPK Usut Dugaan Pemerasan Pencabutan Perda RDTR Kota Medan, Nama Alexander Sinulingga Disorot

Publik kini menanti langkah lanjutan KPK, termasuk pengumuman resmi soal kasus yang menjadi target OTT ini. Dugaan sementara, operasi ini berkaitan dengan praktik korupsi yang melibatkan pejabat daerah dan pihak swasta yang selama ini menjadi sorotan masyarakat. (KSC)

Bacaan Lainnya

Pos terkait