MEDAN | kliksumut.com – Perhelatan multi even olahraga bertajuk “Pekan Olahraga Nasional” yang akan digelar di Aceh-Sumut pada 2024 mendatang. Pesta olahraga ajang prestasi ini membuat para atlet terus mempersiapkan diri. Salah satunya petinju putri Sumut asal Medan.
Petinju putri bernama lengkap Novizar Maulina semakin tertantang untuk meraih prestasi terbaik untuk kontingen Sumut. Hal sangat lumrah pada PON XIX/2018 Jabar, dirinya gagal untuk membawa pulang medali. Kegagalan tersebut menjadi cambuk bagi alumni mahasiswi UNIMED ini untuk terus berlatih dan berlatih untuk menuju podium satu.
BACA JUGA: Irwan Raga Melangkah Menuju PON Aceh-Sumut
Cewek yang akrab disapa Novizar ini juga tercatat sebagai atlet pelatnas sebagai persiapan menuju Asean Games 2018, lalu digelar di Jakarta-Palembang.
Anak pertama dari tiga bersaudara ini mulai memasuki Pelatnas pada tanggal 7 Desember 2017. Dirinya bergabung dengan 15 petinju lainnya untuk berlatih di Gelanggang Olahraga (GOR) KONI Sario Manado saat itu menjadi tempat Pelatnas atlet tinju yang bertarung di Asian Games 2018.
Sepak terjang cewek berhijab ini ini dalam olahraga adu jotos bermula saat duduk kelas 4 SD menggeluti cabor bela diri karate. Seiring dengan perjalanan waktu dirinya beralih ke olahraga bela diri yang lain dan tertarik dengan tinju olahraga yang dinilai jantan, dan cocok dikuasai kaum hawa. Namun, kenyataannya sebagai remaja putri dirinya tertarik dengan olahraga keras ini sejak kelas VIII SMP.
Di bawah binaan dan bimbingan pelatih Niazi Almi mantan petinju Sumut dan juga merupakan pamannya mendapat tehnik dasar tinju. Tahun 2008 bergabung dengan sasana Putra Boxing Camp Sergai yang merupakan binaan Niazi Almi. Selanjutnya tahun 2017, Niazi Almi pindah tugas ke Medan dan membuka sasana baru bertitle Figther Boxing Camp. Hal ini membuat petinju yang dilahirkan 15 November 1994 hijrah ke Medan.
Prestasi yang diraih anak dari pasangan Sulaiman Teuku Puteh dan Fatmawati antara lain medali emas Kejurnas Wilayah Barat 2010 Binjai, medali emas Kejurda Langkat 2013, medali Perunggu STE XXXII 2013 Medan, medali emas Prapon Wilayah Barat 2015 Batam, medali emas Kejurda Wali Kota Cup Medan 2015, medali emas Kejurda Taput 2017 dan medali emas Kejurda Piala Gubsu 2017.
Selain dukungan pelatih dan pengalaman kompetisi yang masih hijau. Restu dari orang tua dan kerabat menjadi alasan penting bagi petinju yang dilahirkan 26 tahun silam terus berpacu dengan waktu dengan terus latihan untuk mematangkan diri sebagai persiapan di PON 2024 untuk menghadapi lawan yang memiliki kekuatan yang nyaris berimbang dari berbagai provinsi di Indonesia.








