KLIKSUMUT.COM | SERDANGBEDAGAI – Penemuan tulang belulang manusia yang tersembunyi di dalam batang pohon aren di Dusun I Simpang Dalim, Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, menggemparkan warga setempat pada Selasa (9/9/2025) sore.
Temuan mengejutkan ini berbuntut pada laporan kehilangan anggota keluarga oleh warga sekitar. Keluarga Amrita Hamid (66), yang tinggal hanya sekitar 30–40 meter dari lokasi kejadian, melaporkan bahwa anak ketiga mereka, Yuda (21), telah menghilang tanpa kabar selama dua tahun terakhir.
BACA JUGA: Heboh! Warga Temukan Kerangka Manusia dalam Pohon Aren di Serdangbedagai
Petunjuk Identitas: Gelang Perak dan Celana Lama
Misteri penemuan kerangka manusia ini mulai menemukan titik terang. Kecurigaan bahwa tulang tersebut milik Yuda muncul setelah keluarga mengenali sejumlah barang pribadi yang ditemukan di sekitar lokasi. Abimanyu (14), adik korban, mengungkapkan bahwa gelang perak dan celana yang ditemukan mirip milik kakaknya.
“Setelah melihat gelang dan celananya, saya langsung merasa itu milik abang saya. Bahkan celana itu pernah saya pakai juga,” ujar Abimanyu kepada wartawan.
BACA JUGA: Geger! Warga Temukan Kerangka Manusia di Perladangan Namo Terbang, Kecamatan Juhar
Hal serupa disampaikan oleh Cut Mutia Sari (26), kakak perempuan korban. Ia yakin tulang belulang yang ditemukan adalah jasad adiknya.
“Kami dulu tinggal di Panglong Sei Bamban. Saya yang paling dekat dengan Yuda. Walaupun dia punya kenakalan di luar, dia sangat penyayang terhadap anak kecil,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
BACA JUGA: Tangis Pecah di RS Polri, Jenazah Kacab Bank BUMN Korban Penculikan Dimakamkan di Bogor
Dugaan Keterlibatan Lingkungan Negatif
Ahmad Munir (33), kakak tertua korban, mengungkapkan bahwa Yuda sempat terlibat dalam lingkungan yang tidak sehat.
“Saya sering nasihati dia supaya menjauhi narkoba, judi online, dan mencari pekerjaan tetap. Mamak awalnya masih berharap Yuda hanya pergi karena dikejar orang. Tapi sekarang kami pasrah, tinggal menunggu hasil forensik,” tuturnya.
BACA JUGA: Berawal Cium Bauk Menyengat, Warga Jalan Laguboti Siantar Dihebohkan Temuan Mayat Pria di Rumah
Polisi Kirim Sampel Tulang untuk Uji DNA
Kapolsek Firdaus, AKP Achmad Albar, melalui Kanit Reskrim Iptu Anggiat Sidabutar menyampaikan bahwa penyelidikan masih terus berjalan. Pihak kepolisian telah mengirimkan sampel tulang paha dan jari ke Laboratorium Forensik (Labfor) untuk dilakukan uji DNA.
“Kami belum bisa memastikan identitas maupun penyebab kematian. Hasil uji laboratorium paling cepat keluar dalam waktu tiga minggu,” jelas Iptu Anggiat.
Selain memeriksa keluarga korban, polisi juga telah meminta keterangan dari Kepala Dusun I Simpang Dalim serta dua saksi penemu tulang, yakni Aldi dan Rian.
Banyak Kejanggalan: Laporan Kehilangan Baru Muncul Setelah 2 Tahun
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), penyidik menemukan sejumlah kejanggalan, salah satunya adalah keterlambatan pelaporan kehilangan anggota keluarga.
Polisi kini tengah mendalami apakah penemuan ini berkaitan dengan tindak pidana pembunuhan, kelalaian, atau faktor lainnya. Hingga saat ini, pohon aren yang menjadi lokasi penemuan masih dipasangi garis polisi. (KSC)
REPORTER: Liberty Lubis








