Tak Butuh Waktu Lama, Pelaku Pembuangan Jasad Bayi Diciduk Polisi… Pasangan Pelaku Saudara Kandung

Tak Butuh Waktu Lama, Pelaku Pembuangan Jasad Bayi Diciduk Polisi... Pasangan Pelaku Saudara Kandung
TEKS FOTO : Kedua pelaku yang merupakan saudara kandung tersangka pembuangan mayat bayi melalui aplikasi pengiriman ojek online. (petikan foto)

REPORTER : Jhonson Siahaan

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Kasus pembuangan mayat bayi yang dititipkan melalui aplikasi pengiriman ojek online (ojol), di Jalan Bilal, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Kamis (08/05/2025), akhirnya berhasil diungkap personil kepolisian Sat Reskrim Polrestabes Medan. Tidak butuh waktu lama, pihak kepolisian Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Medan berhasil mengamankan kedua pelaku yang merupakan sepasang saudara kandung.

Informasi yang diperoleh awak media ini, Jumat (09/05/2025), kedua pelaku pembuangan mayat bayi melalui aplikasi pengiriman ojek online (ojol) merupakan saudara kandung. Kedua pelaku, NH dan R, langsung diboyong pihak kepolisian Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan intensif. Mayat bayi yang meninggal dunia dikirim melalui aplikasi pengiriman ojol itu merupakan hasil hubungan sedarah (inses).

BACA JUGA: Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba Tahun 2021

“Sudah ditangkap kedua pelaku. Diduga bayi itu hubungan sedarah (inses) antara abang dan adik. Saat ini kami masih melakukan pendalaman,” kata Kanit PPA Sat Reskrim Polrestabes Medan, Iptu Dearma Agustina Sinaga SH. Jumat (09/05/2025).

Lanjut, terang Dearma Agustina Sinaga, kedua pelaku adalah NH dan R, diamankan hari ini. Dearma Agustina Sinaga menuturkan, keduanya tidak tinggal bersama, namun, R sering menemui NM dan mereka sering melakukan hubungan badan. “Tidak tinggal sama tapi mereka berulang kali melakukan hubungan badan,” ungkapnya.

Berita sebelumnya, suasana di Jalan Bilal, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, mendadak ramai dan heboh, Kamis (08/05/2025). Pasalnya, seorang driver ojek online (Ojol), Muhammad Yusuf Ansari (35), warga Jalan Puskesmas, Bandar Khalifah,.mendapatkan pesanan mengantarkan barang ke Jalan Bilal, Kecamatan Medan Timur. Setelah pesanan sampai, ternyata pesanan yang berada didalam tas tersebut berisi bayi yang sudah tidak bernyawa.

Informasi yang diperoleh awak media ini, kejadian berawal pada saat pengemudi ojol, Muhammad Yusuf Ansari mendapat orderan dari customer (pelanggan) berbentuk tas berisikan bayi. Temuan itu membuat heboh warga di seputaran Jalan Bilal, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, menjadi heboh dan ramai.

Sontak saja warga sekitar pun melaporkan kejadian tersebut ke kepala lingkungan dan selanjutnya diteruskan ke pihak kepolisian Polsek Medan Timur. Personil kepolisian Polsek Medan Timur yang menerima informasi tersebut langsung turun ke lokasi dan melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan.

Menurut Ketua Godams, Agam Zubir, pengemudi ojol yang dapat orderan tersebut, Muhammad Yusuf Ansari, menerima orderan dari customer bernama Rudi yang tertera di aplikasi. Selanjutnya, jelas Agam Zubir, orderan itu pengiriman barang berupa kotak dan hendak diantar ke Putri. “Driver mendapat orderan di dekat SPBU Simpang Jalan bilal. Pengantaran ke Jalan Ampera,” kata Agam Zubir.

Setelah memberikan kotak, tambah Agam Zubir, customer itu pun langsung pergi meninggalkan lokasi dan pengemudi ojol pun mulai menjalankan orderannya. “Yang memberikan tas itu sepasang muda-mudi. Langsung pergi mereka naik angkutan umum (angkot),” jelas Agam Zubir.

Tiba dititik pengantaran di kawasan perkuburan Jalan Bilal, jelas Agam Zubir, driver ojol melihat seorang perempuan yang disangka penerima pesan dan menyerahkan pesanan tersebut. “Karena titiknya sesuai, driver ojol berpikiran kalau perempuan itu penerimanya. Karena perempuan itu merasa tidak ada melakukan pemesanan, keduanya pun bingung,” terang Agam Zubir.

Bingung, sambung Agam Zubir, driver ojol lalu menghubungi nomor yang tertera di aplikasi, namun nomor tersebut sudah tidak aktif. “Setelah berupaya mencari, pengemudi ojol dan perempuan yang dipikir penerima paket itu pun membuka kotak tersebut. Saat dibuka, keduanya mendapati bayi terbungkus di dalam tas hitam. Didalamnya juga terdapat kain dan sajadah. Kondisi bayinya sudah meninggal,” ujarnya.

Agam Zubir menerangkan, didalam tas juga tertera surat bertuliskan “serahkan saja paket ini ke Marbot Masjid”. “Warga pun ramai-ramai melihat penemuan mayat bayi itu,” jelasnya.

BACA JUGA: Polrestabes Medan Gerebek SPBU di Jalan Flamboyan: Jual Pertalite Campuran, Tiga Pelaku Ditangkap!

Temuan bayi didalam tas itu pun membuat geger warga sekitar dan warga pun beramai-ramai melihat hal tersebut. Sementara itu, driver ojol pun menunggu pihak aplikator menuju ke lokasi penemuan jasad bayi dalam tas itu. “Mayat bayi itu rencananya diserahkan ke pihak kepolisian Polsek Medan Timur,” ungkapnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Ervan Lian Siahaan SH yang dihubungi via telepon selulernya tak menjawab. Saat dikirim pesan singkat via WhatsApp (WA), Evan Lian Siahaan tak membalas. Hingga berita ini dituliskan, pihak kepolisian Polsek Medan Timur, tak memberikan jawaban. (KSC)

Bacaan Lainnya

Pos terkait