KLIKSUMUT.COM | ASAHAN – Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Asahan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum ini dimanfaatkan sebagai panggung penegasan arah baru pembangunan pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi masa depan.
Bertempat di halaman SMP Negeri 3 Kisaran, Senin (4/5/2026), Bupati Taufik Zainal Abidin memimpin langsung upacara sekaligus menyampaikan arah kebijakan strategis pendidikan nasional.
BACA JUGA: Refleksi 109 Tahun Aisyiyah, Bupati Asahan: Menguatkan Dakwah Nyata dan Literasi Digital di Tengah Perubahan Zaman
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, Ketua TP PKK, serta ratusan guru dan pelajar berprestasi dari berbagai wilayah di Asahan.
Dalam amanatnya, Bupati membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan pentingnya transformasi sistem pendidikan berbasis deep learning atau pembelajaran mendalam. Kebijakan ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas pemerintahan Prabowo Subianto.
Ada lima strategi utama yang menjadi fokus transformasi tersebut:
Pertama, percepatan digitalisasi dan revitalisasi sarana pendidikan. Pemerintah mendorong pembangunan infrastruktur sekolah yang lebih modern sekaligus integrasi teknologi sebagai fondasi pembelajaran masa kini.
Kedua, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru. Upaya ini mencakup penuntasan kualifikasi, penguatan kompetensi, serta perbaikan taraf hidup tenaga pendidik sebagai aktor kunci dalam proses pendidikan.
Ketiga, penciptaan lingkungan sekolah yang berkarakter. Sekolah diharapkan menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan mampu membentuk kepribadian siswa secara utuh, baik secara intelektual maupun spiritual.
Keempat, penguatan literasi dan penguasaan bidang STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika). Hal ini diwujudkan melalui pengukuran berbasis Tes Kemampuan Akademik (TKA) guna meningkatkan daya saing siswa.
Kelima, perluasan akses pendidikan inklusif. Sistem pendidikan diarahkan agar lebih fleksibel dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.
“Fondasi pendidikan bermutu untuk semua telah mulai kita bangun. Keberhasilan ini memerlukan kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan juga media,” ujar Bupati Taufik saat menyampaikan pesan tersebut.
Selain pemaparan kebijakan, peringatan Hardiknas tahun ini juga diwarnai dengan pemberian berbagai penghargaan. Bupati Taufik Zainal Abidin menerima apresiasi sebagai “Bapak Peduli Pendidikan Kabupaten Asahan” atas komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Pemerintah Kabupaten Asahan turut memberikan penghargaan kepada sekolah berprestasi dalam program Adiwiyata, individu yang berkontribusi di bidang pendidikan, serta menyerahkan beasiswa kepada 100 siswa terbaik tingkat SD dan SMP.
BACA JUGA: May Day 2026: Dari Seremoni ke Aksi Nyata Perlindungan Pekerja di Sumatera Utara, Bupati Asahan Terima 1.700 BPJS Ketenagakerjaan
Upacara berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama, setelah sebelumnya prosesi pengibaran bendera Merah Putih dan lantunan lagu-lagu nasional membangkitkan semangat kebangsaan para peserta.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa transformasi pendidikan bukan hanya agenda pemerintah, melainkan gerakan bersama menuju masa depan Indonesia yang lebih maju. (KSC)
Reporter: Dinda Meyla Sari





