KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Emiten konglomerasi PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba bersih Rp24,47 triliun pada kuartal III/2025, meski mengalami penurunan tipis 5,34% secara tahunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp25,85 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan, penurunan laba bersih ini sejalan dengan menurunnya pendapatan Astra International yang tercatat Rp243,6 triliun, turun 1,1% dari Rp246,32 triliun pada kuartal III/2024.
Segmen usaha alat berat dan energi masih jadi penopang utama
Pendapatan terbesar ASII berasal dari segmen alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi, yang justru naik 0,91% menjadi Rp100,46 triliun. Sayangnya, segmen otomotif dan mobilitas mengalami penurunan signifikan 9,08% menjadi Rp93,34 triliun, menjadi faktor utama melemahnya kinerja perseroan.
BACA JUGA: IHSG Menguat di Tengah Tekanan Bursa Asia, Ditopang Sektor Teknologi dan Energi
Segmen lain seperti jasa keuangan menyumbang Rp24,45 triliun, agribisnis Rp22,11 triliun, infrastruktur Rp2,31 triliun, teknologi informasi Rp2,26 triliun, dan properti Rp702 miliar.
Laba bruto dan posisi neraca Astra International
ASII mencatat beban pokok pendapatan sebesar Rp191,36 triliun, sedikit naik dari Rp191,67 triliun tahun sebelumnya. Akibatnya, laba bruto turun 4,4% YoY menjadi Rp52,24 triliun.
BACA JUGA: PT Pusri Palembang Raih Penghargaan Subroto 2025 Berkat Komitmen Efisiensi Energi
Di sisi neraca, perseroan membukukan total aset Rp505,44 triliun, dengan liabilitas Rp215,81 triliun, serta ekuitas mencapai Rp289,63 triliun pada 30 September 2025.
Dengan kinerja ini, Astra International masih menunjukkan posisi keuangan yang kuat, meski menghadapi tantangan di sektor otomotif akibat kondisi pasar yang lebih kompetitif dan tren pergeseran preferensi konsumen. (KSC)








