KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan pengawasan mutu untuk memastikan kualitas produk perikanan yang beredar di masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026. Langkah ini dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aktivitas produksi di hulu hingga distribusi di hilir guna menjamin keamanan pangan dan perlindungan konsumen.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, menyampaikan bahwa penguatan pengawasan telah dilaksanakan oleh seluruh jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) di setiap provinsi.
“Jajaran UPT melaksanakan penguatan pengawasan jelang Ramadan dari hulu sampai hilir, melalui kegiatan surveilan, inspeksi maupun pengujian laboratorium berbagai parameter keamanan pangan,” ujar Ishartini dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Ishartini menjelaskan, kegiatan pengawasan telah dimulai sejak pertengahan Januari 2026 dan dilaksanakan oleh 46 UPT Badan Mutu KKP di seluruh Indonesia.
Pada sektor hulu atau produksi primer, pengawasan difokuskan pada surveilan dan inspeksi penerapan CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik) di tambak-tambak ikan serta kapal perikanan yang menyuplai rantai pasok domestik maupun ekspor.
Sementara itu, di sektor hilir, pengawasan menyasar Unit Pengolahan Ikan (UPI) melalui inspeksi dan surveilan penerapan standar HACCP serta GMP/SSOP guna memastikan proses produksi memenuhi standar keamanan pangan internasional.
Beberapa UPT yang telah melaksanakan pengawasan mutu sejak 15 Januari antara lain: Stasiun PPMHKP Bengkulu, Balai PPMHKP Medan II, Stasiun PPMHKP Pontianak, Stasiun PPMHKP Kendari dan Balai PPMHKP Medan I.
Kepala Balai PPMHKP Medan I, Nandang Koswara, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pengawasan budidaya tambak ikan serta monitoring kondisi perairan Danau Toba. Hasilnya menunjukkan kondisi perairan dalam keadaan baik dan produk perikanan dinyatakan laik konsumsi.
Hal senada disampaikan Plt. Kepala Stasiun PPMHKP Kendari, Kasrida. Pihaknya melakukan pengawasan mutu ikan langsung di atas kapal yang bersandar di pelabuhan Kendari, Sulawesi Tenggara.
“Ikan-ikan yang diperiksa berkualitas baik dan siap memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Sulawesi Tenggara selama bulan suci,” ujarnya.
Selain inspeksi lapangan, Badan Mutu KKP juga melakukan pengujian laboratorium untuk mencegah potensi food borne pathogen yang dapat membahayakan konsumen.
Parameter uji meliputi: E. Coli, Salmonella, Listeria, Histamin, Formalin dan logam berat dan toksin berbahaya
Langkah ini dilakukan guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap keamanan produk perikanan yang dikonsumsi.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen KKP sebagai quality assurance body dalam sektor kelautan dan perikanan nasional.
BACA JUGA: Mensos Gus Ipul Paparkan Pembaruan Data PBI-JK Berbasis DTSEN, 96,8 Juta Jiwa Dibiayai APBN
Ia menekankan bahwa penerapan sanitasi, higiene, serta prinsip keamanan pangan di seluruh rantai produksi tidak bisa ditawar. Hal tersebut penting untuk menghadirkan produk perikanan yang bermutu, bergizi, dan aman konsumsi baik untuk pasar domestik maupun ekspor.
Dengan pengawasan ketat menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026 ini, KKP memastikan ketersediaan produk perikanan nasional tetap terjaga kualitasnya, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap keamanan pangan hasil laut Indonesia. (KSC)
TIM REDAKSI





