KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan ekosistem industri olahraga nasional sebagai salah satu sektor strategis yang memiliki potensi besar untuk tumbuh dan bersaing di pasar global. Industri produk olahraga yang mencakup pakaian, sepatu, hingga alat olahraga dinilai memiliki prospek cerah seiring meningkatnya tren gaya hidup sehat di masyarakat.
Meningkatnya jumlah pusat kebugaran, maraknya penyelenggaraan event olahraga, serta berkembangnya komunitas olahraga di berbagai daerah menjadi faktor pendorong pertumbuhan industri olahraga nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan momentum pertumbuhan industri olahraga harus dimanfaatkan secara maksimal agar produk-produk buatan Indonesia mampu mendominasi pasar dalam negeri sekaligus memperluas ekspor ke berbagai negara.
“Industri pakaian, sepatu, dan alat olahraga memiliki peran strategis serta peluang yang sangat besar untuk terus dikembangkan seiring meningkatnya permintaan pasar, baik di tingkat nasional maupun global,” ujar Agus Gumiwang di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, industri olahraga merupakan salah satu sektor manufaktur yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta penciptaan lapangan kerja.
Sebagai upaya memperkuat industri olahraga nasional, Kemenperin menggelar kegiatan Business Matching Indonesia Sport and Active Wear (ISAW) Ecosystem: B2B Market Activation di Jakarta.
Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku industri pakaian olahraga, sepatu olahraga, produsen alat olahraga, sektor ritel, organisasi olahraga, hingga berbagai calon mitra strategis.
Menperin memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut mendukung kegiatan tersebut, termasuk Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Asosiasi Pakaian Olahraga Indonesia (ASPOIN), induk organisasi cabang olahraga, serta para pemangku kepentingan lainnya.
“Kami mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang telah membantu memperluas akses pasar bagi industri kecil dan menengah (IKM) pakaian, sepatu, dan alat olahraga nasional,” katanya.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menjelaskan bahwa kegiatan business matching menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas industri olahraga nasional sekaligus memperluas akses pasar.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, industri kecil pakaian jadi mencapai sekitar 623 ribu unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 1,2 juta orang.
Sementara itu, industri menengah pakaian jadi tercatat sebanyak 1.200 unit usaha yang menyerap sekitar 39 ribu tenaga kerja.
Di sektor kulit, barang dari kulit, dan alas kaki terdapat sekitar 48 ribu industri kecil serta 415 industri menengah yang menyerap lebih dari 139 ribu tenaga kerja.
Pada Triwulan I Tahun 2026, industri pakaian jadi memberikan kontribusi sebesar 0,99 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, sedangkan industri kulit dan alas kaki menyumbang 1,30 persen.
Potensi besar industri olahraga nasional juga tercermin dari kinerja ekspor yang terus meningkat.
Data Pusat Data dan Informasi Kemenperin menunjukkan bahwa pada Februari 2026, komoditas pakaian jadi dari tekstil mencatat nilai ekspor sebesar USD626,32 juta, sedangkan sepatu olahraga mencapai USD340,81 juta.
Total nilai ekspor kedua komoditas tersebut menembus lebih dari USD967 juta, menjadikannya bagian dari 20 komoditas manufaktur dengan nilai ekspor terbesar Indonesia.
“Potensi ini menunjukkan bahwa industri pendukung ekosistem olahraga nasional memiliki peluang yang sangat besar untuk terus berkembang dan memperkuat struktur industri manufaktur Indonesia,” ujar Reni.
Selain sektor pakaian dan sepatu olahraga, industri alat olahraga nasional juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Industri ini tersebar di berbagai daerah dan didukung oleh sentra-sentra IKM yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri nasional.
Saat ini industri alat olahraga mampu menyerap sekitar 15 ribu tenaga kerja dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam lima tahun terakhir, sektor ini juga terus mencatatkan surplus neraca perdagangan. Bahkan pada tahun 2025, nilai ekspor alat olahraga Indonesia meningkat 11,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Produk olahraga buatan Indonesia kini telah berhasil menembus berbagai pasar internasional seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Belanda, dan Inggris.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin, Budi Setiawan, mengatakan kegiatan business matching merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Sport and Active Wear (ISAW) 2026 yang akan kembali digelar pada September mendatang.
Sebanyak 22 IKM sektor pakaian, sepatu, dan alat olahraga dipertemukan dengan lebih dari 30 calon mitra potensial yang terdiri dari buyer, organisasi olahraga, federasi olahraga, hingga pelaku usaha ritel.
Selain sesi temu bisnis, kegiatan juga diisi dengan pitching bisnis, diskusi industri, serta networking untuk memperkuat kolaborasi antar-pelaku usaha.
Pemerintah melalui Kemenperin menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan industri olahraga nasional melalui berbagai program pembinaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, fasilitasi promosi, penguatan inovasi, dan perluasan akses pasar.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk olahraga Indonesia sehingga semakin kuat di pasar domestik maupun internasional. (KSC)
TIM REDAKSI





