Kegigihan Bisa Mengubah Kegagalan Jadi Prestasi

Kegigihan Bisa Mengubah Kegagalan Jadi Prestasi
Renda Afilyo

MEDAN | kliksumut.com Berlatih secara berkelanjutan di Dojo Thamrin memantik berbagai perasaan dalam diri bagi kenshi, Renda Afilyo. Namun, di atas segala perasaan yang bergelut dalam jiwa, pelajar SMP Negeri 12 Medan ini merasakan banyak dampak positif yang tumbuh dalam dirinya, yakni membentuk gaya hidup sehat dalam dirinya dan mencapai prestasi dalam olahraga bela diri kempo. 

Anak sulung dari tiga bersaudara ini, bercerita kecintaannya terhadap kempo atas motivasi sang ayah yang mantan kenshi kota Medan. Meski dilatih dengan keras oleh senpai Afrizal yang merupakan ayah kandung sendiri dan tercatat sebagai pelatih kempo Sumut menuju PON 2024, kenshi yang akrab di sapa Renda ini ini mengaku tak pernah mendapat tekanan. Sampai akhirnya, ia bisa dengan cepat sampai di titik juara sebagai seorang atlet dengan raihan medali emas diajang Porwil Kota Medan 2023 dan perunggu Porkot Medan 2023.

BACA JUGA: Delfin Unjuk Prestasi Diajang Porkot Medan 2023

“Saya benci setiap menit latihan, tetapi dalam hati saya berkata, ‘jangan berhenti. Menderita sekarang dan jalani sisa hidupmu sebagai juara’. Kegigihan bisa mengubah kegagalan menjadi prestasi luar biasa. Di usia muda, menang bukanlah hal terpenting, yang terpenting adalah mengembangkan diri dengan kreatif dan terampil dengan kepercayaan diri yang baik untuk menuai prestasi ke depan,” ujar anak dari pasangan Afrizal dan Afrija Illia Jusmi di Medan, Senin (13/11/2022).

Kenshi yang dilahirkan di Lubuk Basung Provinsi Sumatera Barat ini menjelaskan berprestasi tahun 2023,  dengan raihan medali emas Porwil Kota Medan 2023 dan perunggu Porkot Medan 2023. Saat ini bergabung di Dojo Thamrin hingga sekarang masih aktif berlatih. Olahraga menjadi hobinya. Karena setelah latihan diri menjadi lebih sehat. Olahraga dan latihan rutin juga membuat kita jadi tidak gampang sakit dan selalu spirit dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kenshi berdomisili di Jalan GB Josua Medan ini mengatakan dalam seni beladiri orang akan dianggap hebat jika tampil sebagai pemenang, tentu dengan cara yang fair dan jujur. Di kalangan pecinta dan ahli seni beladiri masing-masing punya argumen dan alasan yang menguatkan dengan tak-tik dan strategi untuk menaklukkan lawan.

“Saya selalu merasa bahwa aset terbesar saya bukanlah kemampuan fisik saya, melainkan kemampuan mental saya sebagai juara dalam setiap kali kejuaraan kempo”,tutur cowok yang favorit dengan mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan.

Menumbuhkan gaya hidup sehat pada atlet dapat dimulai dari mengenalkan aktivitas dan kegiatan berolahraga sejak kecil. Pengenalan kegiatan berolahraga tersebut juga dapat menjadi cara untuk memantik minat dan bakat pada atlet untuk menjadi berprestasi di dalam rangkaian pengembangan dirinya. Hal inilah dialami pemilik tinggi 160 dan berat 45 kg menggeluti olahraga kempo sejak tahun 2014.

BACA JUGA: Sajid Semakin Termotivasi Untuk Meraih Prestasi Setelah Raih Emas Porkot 2023

“Saya mulai berkecimpung dalam orahraga kempo sejak kecil pada tahun 2014 atau tepatnya berumur 5 tahun dan seiring saya bertumbuh, minat saya pada olahraga khususnya kempo semakin berkembang. Keberhasilan seorang atlet bergantung dari dirinya sendiri. Usaha adalah modal utama dan tentunya rezeki telah ditentukan Allah SWT. Saya memiliki cita-cita, sebagai atlet tentu suatu saat dapat ikut pertandingan di kancah nasional seperti Popnas dan PON untuk mengharumkan nama kota Medan”, tutup penyandang sabuk Coklat ini. (BNL)

Bacaan Lainnya

Pos terkait