Kapolres Labusel Soroti Tingginya Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak: “Perlu Strategi Pencegahan yang Tepat!”

Kapolres Labusel Soroti Tingginya Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak: “Perlu Strategi Pencegahan yang Tepat!”
Polres Labusel menggelar pertemuan dalam upaya pencegahan tindak kekerasan perempuan dan anak dengan stakeholder terkait. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | LABUHANBATU SELATAN – Kapolres Labuhanbatu Selatan (Labusel), AKBP Aditya SP Sembiring M, menegaskan bahwa perempuan dan anak merupakan kelompok paling rentan menjadi korban kekerasan di lingkungan sekitar. Hal ini disampaikannya dalam pernyataan resmi pada Jumat (5/9/2025).

“Untuk mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan anak itu perlu dirumuskan strategi pencegahan dan penanganan yang tepat,” tegas Kapolres.

Dalam rangka memperkuat langkah pencegahan, Polres Labusel telah menggelar pertemuan lintas sektor pada Senin (1/9/2025) di Lobby Polres. Rapat koordinasi ini melibatkan Satuan Reskrim Polres Labusel, Dinas P3AP2KB, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD), psikolog anak, dan perwakilan P2TP2A.

AKBP Aditya menekankan bahwa pihaknya tengah melakukan pemetaan (mapping) dan pendataan kasus kekerasan secara menyeluruh dari tingkat desa hingga kecamatan. Langkah ini dilakukan guna mensinkronkan data antarinstansi demi menghasilkan strategi penanganan yang efektif dan tepat sasaran.

BACA JUGA: Bupati Asahan dan Forkopimda Kompak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H

“Setiap laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak harus segera ditangani secara cepat dan terkoordinasi,” imbuhnya.

Kapolres juga menyoroti dua kasus kekerasan terhadap anak yang baru-baru ini menjadi perhatian serius, yaitu: kasus persetubuhan dan pencabulan di Kecamatan Kampung Rakyat, di mana pelaku telah berhasil diamankan dan kasus pencabulan di wilayah Sisumut yang saat ini masih dalam tahap penyidikan.

Forum tersebut juga menjadi wadah diskusi antarinstansi. Sejumlah perwakilan dari dinas dan lembaga memberikan masukan strategis untuk memperkuat sistem perlindungan anak dan perempuan di Kabupaten Labusel.

Bacaan Lainnya

AKBP Aditya menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen, mulai dari aparat kepolisian, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga instansi perlindungan anak dan perempuan.

BACA JUGA: Wujudkan Kamtibmas Kondusif: Polres dan Instansi Terkait Sinergi Gelar Patroli Malam di Karo

“Saya berharap adanya sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta instansi perlindungan anak dan perempuan dalam menciptakan lingkungan yang aman serta melindungi hak-hak anak maupun perempuan di wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan,” pungkasnya.

Dengan komitmen dan koordinasi yang kuat, diharapkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Labusel dapat ditekan secara signifikan. (KSC)

Pos terkait