KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Kanit Resmob Polrestabes Medan, AKP Eko Sanjaya SH, menjadi buah bibir dalam dua hari terakhir. Ia mendapat kecaman keras dari publik, karena dianggap melakukan pembiaran atas tindak represif anggotanya saat pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor DPRD Sumut, Jl, Imam Bonjol, Medan, Selasa (26/8/2025).
AKP Eko Sanjaya menjadi cibiran, pasca media dan sejumlah netizen mengunggah video aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumut berlangsung ricuh. Pada video tersebut, AKP Eko Sanjaya terlihat tidak bereaksi saat beberapa anggota kepolisian melakukan tindak kekerasan terhadap seorang mahasiswa hingga mengakibatkan korban kejang-kejang.
Pada video, juga terlihat AKP Eko Sanjaya memberikan pertolongan pada korban, meski tidak diketahui apakah pada akhirnya korban ikut diamankan bersama 44 mahasiswa lainnya.
BACA JUGA: Aksi Ribuan Mahasiswa dan Warga di DPRD Sumut Dibubarkan Water Cannon
Saat dikonfirmasi kliksumut.com lewat pesan singkat WhatsApp pada Kamis (28/8/2025), AKP Eko Sanjaya akhirnya buka suara. Saat kejadian, ia mengaku fokus pada tanggungjawab pengaman, ditengah lemparan batu.
“Situasi pada saat itu caos Bg ku. Batu berterbangan di mana saya hanya mengamankan,” jawabnya Eko singkat sembari mengirimkan emot dua telapak tangan menyatu.
Saat disinggung saol tindakan aparat kepolisian yang tidak sesuai SOP terjadi di depannya, Eko Sanjaya mengrimkan tanda dua telapak tangan menyatu sebagai ungkapan permohonan maaf.
Dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumut, Selasa (26/8/2025), belasan mahasiswa mendapat tindakan kekerasan hingga mengakibatkan beberapa diantaranya terluka. Petugas juga mengamankan 44 mahasiswa karena dinilai sebagai provokator dan bertindak anarkis dengan melempari petugas menggunakan baru dan botol air mineral.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan, dari 44 mahasiswa yang sebelumnya diamankan, 42 diantaranya telah dipulangkan, Rabu (27/8/2025). Sementara dua mahasiswa lagi menjalani pemeriksaan di Ditresnarkoba Polda Sumut akibat terdeteksi positif mengkonsumsi narkoba.
“Sudah kita pulangkan 42 orang, yang 2 ini lagi pendalaman di Direktorat Narkoba. Bukan ditahan. Masih didalami, mereka lagi diperiksa lanjutan di Direktorat Narkoba,” jelas Ferry. (KSC)
REPORTER: Jhonson Siahaan








