Jumlah Penumpang Angkutan Udara Internasional Naik Tajam pada Mei 2025, Terdorong Libur Panjang dan Keberangkatan Haji

Jumlah penumpang yang menggunakan jasa kebandarudaraan di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara sepanjang tahun 2022 mencapai 5.850.165 penumpang. Jumlah itu naik 90 persen dibandingkan tahun 2021 yang hanya sekitar 3 juta penumpang.
Suasana di terminal penumpang Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang (istimewa)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Jumlah penumpang angkutan udara internasional mengalami lonjakan signifikan sepanjang Mei 2025. Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat sebanyak 1,76 juta penumpang menggunakan moda transportasi udara internasional. Angka ini mengalami peningkatan 11,05% secara bulanan dibandingkan April 2025 yang mencatatkan 1,58 juta penumpang.

Tak hanya tumbuh secara bulanan, secara tahunan pun angkutan udara internasional mencatatkan kenaikan sebesar 9,04% dibandingkan Mei 2024 yang hanya mencatatkan 1,61 juta penumpang.

Menurut Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, lonjakan penumpang internasional ini tak lepas dari faktor musiman, yakni keberangkatan jemaah haji serta momen libur panjang yang terjadi pada Mei 2025.

BACA JUGA: Dinas Kominfo dan BPS Sumut Teken Kerja Sama, Plh Sekdaprov Harapkan jadi Ekosistem Data untuk Pembangunan Daerah

“Peningkatan pada mode angkutan udara internasional salah satunya disebabkan oleh keberangkatan jemaah haji dan juga momen libur panjang karena pada saat itu ada hari buruh, Waisak, dan kenaikan Isa Almasih,” ujar Pudji dalam konferensi pers BPS di Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Moda Transportasi Lain: Kereta Naik Tipis, Angkutan Udara dan Laut Domestik Turun

Selain moda udara internasional, angkutan kereta api juga mencatatkan pertumbuhan. Jumlah penumpang kereta sepanjang Mei 2025 mencapai 45,08 juta orang, naik tipis 0,53% dibandingkan April 2025 yang berjumlah 44,85 juta orang.

Namun, berbeda halnya dengan angkutan udara domestik, yang justru mengalami penurunan cukup tajam. Sepanjang Mei 2025, jumlah penumpangnya hanya 4,54 juta orang, turun 16,65% dari April yang mencatatkan 5,45 juta penumpang.

Hal serupa juga terjadi pada angkutan laut domestik, yang turun drastis 21,42% dibandingkan April 2025. Jumlah penumpang laut hanya mencapai 2,57 juta orang, jauh menurun dari 3,27 juta penumpang pada bulan sebelumnya.

Meski begitu, jika dibandingkan secara tahunan, angkutan laut domestik justru mencatatkan pertumbuhan paling tinggi. Dibandingkan Mei 2024 yang mencatat 2,19 juta penumpang, terjadi kenaikan 17,26%.

“Pertumbuhan tertinggi tercatat pada angkutan laut domestik yaitu sebesar 17,26% dibandingkan dengan Mei 2024,” terang Pudji.

BACA JUGA: BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024 Capai 5,03 Persen

Permintaan Transportasi Dipengaruhi Musim, Libur Panjang, dan Ibadah Haji

BPS menyebut faktor musiman seperti perjalanan ibadah haji, libur nasional yang berdekatan, serta cuaca dan kondisi ekonomi masyarakat menjadi pemicu utama naik-turunnya jumlah penumpang berbagai moda transportasi.

Kondisi ini sekaligus memberikan gambaran tentang pola mobilitas masyarakat Indonesia, khususnya menjelang dan selama masa libur panjang serta musim ibadah.

Dengan adanya peningkatan signifikan pada angkutan udara internasional, BPS berharap pihak-pihak terkait seperti maskapai penerbangan, pengelola bandara, serta pemerintah daerah dapat semakin siap menghadapi lonjakan mobilitas yang diprediksi juga akan terjadi di bulan-bulan mendatang. (KSC)

Pos terkait