REPORTER: Juniker Berutu
EDITOR: Wali
KLIKSUMUT.COM | DAIRI – Kondisi jalan penghubung Dusun IV, Desa Parbuluan VI, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, semakin memprihatinkan. Lubang menganga di banyak titik dan badan jalan yang amblas menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga setempat. Penyebab utama kerusakan ini diduga karena alat berat dan truk pengangkut kayu milik PT GRUTi yang sering melintas dengan muatan melebihi kapasitas.
Menurut keterangan salah satu warga setempat, Marga Sinaga (42), kerusakan jalan ini semakin parah karena aktivitas truk yang beroperasi di malam hari. “Truk-truk pengangkut kayu ilegal yang melintas dengan muatan berlebih semakin memperburuk kondisi jalan. Bahkan, kami warga harus swadaya menimbun jalan berlubang dengan batu dan kerikil demi keselamatan,” ungkap Sinaga.
BACA JUGA: Paslon Nomor 4, Rimuli Bintangta, Kunjungi PESADA: Komitmen Kuat untuk Perlindungan Perempuan dan Anak di Kabupaten Dairi
Dia menambahkan bahwa kondisi jalan yang rusak menjadi sangat berbahaya, terutama di malam hari karena tidak adanya penerangan. “Kalau ini tidak segera diperbaiki, bisa memicu korban jiwa. Apalagi saat hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur,” jelasnya.
Respon Pemerintah Desa
Sekretaris Desa Parbuluan VI, Romulo Nadeak, menanggapi keluhan ini dengan serius. Ia menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Dairi untuk mencari solusi dan meminta pertanggungjawaban dari pihak PT GRUTi. “Kami akan mendesak perusahaan tersebut untuk bertindak, karena kondisi ini sangat meresahkan warga,” tegas Nadeak.
BACA JUGA: Bawaslu Dairi Tingkatkan Kapasitas SDM Panwaslu Kecamatan untuk Pemilu 2024 yang Jujur dan Adil
Desakan Perbaikan dan Keselamatan Warga
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan dan menertibkan kendaraan berat yang melintas di wilayah tersebut. Selain mengganggu kenyamanan, kerusakan ini juga mengancam keselamatan pengguna jalan, terutama bagi pengendara roda dua yang sering terperosok akibat lubang-lubang besar.
Kerusakan jalan yang diakibatkan oleh aktivitas perusahaan bukan hanya merugikan infrastruktur, tetapi juga kehidupan masyarakat setempat. Peran aktif pemerintah dan perusahaan dalam menangani masalah ini menjadi harapan utama warga Dusun IV, Desa Parbuluan VI. (KSC)








