KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Hujan deras yang mengguyur Lapangan Cerdas, Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, tak menyurutkan semangat para atlet cricket Sumatera Utara. Justru, cuaca ekstrem ini menjadi “berkah” tersendiri bagi tim cricket putra Sumut yang sukses mencetak sejarah baru di PON XXI Aceh-Sumut 2024.
Dalam partai final kategori super sixes, tim cricket putra Sumut berhasil mengalahkan lawan tangguh dari DKI Jakarta dengan skor tipis 41-38. Kemenangan ini memastikan medali emas ketiga bagi kontingen Sumatera Utara di ajang olahraga nasional empat tahunan ini.
Salah satu pemain kunci, Dedi Rahmat Syukur Ndraha, tak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangganya. Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) ini mengaku terkejut sekaligus bersyukur bisa menyumbangkan medali emas dan perunggu bagi daerahnya.
“Puji syukur yang luar biasa saya panjatkan kepada Tuhan. Perasaan senang, terharu, dan tidak bisa berkata-kata atas prestasi ini. Terima kasih kepada orang tua, pelatih, dan seluruh pihak yang telah mendukung, khususnya Pak Abdul Hakim Siregar dari PCI Sumut dan FIK Unimed,” ujar Dedi usai pertandingan.
BACA JUGA: Dari Sawah ke Panggung Nasional: Ummi, Anak Petani dari Deliserdang Raih 7 Emas di PON XXI 2024
Lahir di Desa Sisobalauru, Kabupaten Nias, Dedi merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ia aktif sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) di Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed.
Perjalanan menuju puncak podium ini tidak instan. Selama dua tahun terakhir, tim cricket Sumut menjalani Pelatda dan Training Center (TC) di Batalyon Komando 469 Kopasgat Polonia Medan. Dedi mengaku awalnya tidak mengenal olahraga cricket, namun setelah mencoba dan mendalami, ia justru jatuh cinta pada cabang olahraga yang masih tergolong baru di Indonesia ini.
“Awalnya nggak tahu cricket itu apa, tapi setelah dijalani ternyata seru dan menantang. Apalagi sekarang Sumut punya peluang besar di cabang ini,” tambah Dedi, yang dikenal doyan nasi goreng dan jus alpukat ini.
Tak hanya sebagai atlet, Dedi juga aktif mengembangkan cricket di lingkungan kampus. Bersama Abdul Hakim Siregar, ia membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Cricket di FIK Unimed untuk menjaring bibit-bibit baru.
“UKM cricket ini jadi wadah mahasiswa untuk mengembangkan potensi. Cricket punya prospek prestasi yang besar di Sumut karena sarana latihan sudah memadai,” kata alumnus SMA Negeri 3 Gunungsitoli ini.
BACA JUGA: Debut Gemilang! Alumni SMA Mulia Medan di PON XXI Aceh-Sumut 2024
Emas dari Dedi dan tim menjadi medali emas ketiga bagi kontingen Sumut. Sebelumnya, emas pertama diraih oleh Ditta Vanesha Aulya Putri dari cabang paramotor (nomor solo economic distance putri), dan emas kedua juga disumbangkan dari tim cricket putri Sumut.
Prestasi gemilang ini membuka peluang besar bagi Sumatera Utara untuk terus menambah koleksi medali emas di PON XXI Aceh-Sumut 2024. (KSC)








