Harga Pangan Naik Pasca Lebaran 2026, Cabai hingga Bawang Merah Melonjak Tajam

Harga Pangan Naik Pasca Lebaran 2026, Cabai hingga Bawang Merah Melonjak Tajam
Pasar Tradisional (foto/ist)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Harga pangan nasional terpantau mengalami kenaikan signifikan usai libur Lebaran 2026. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang dikelola oleh Bank Indonesia, mayoritas komoditas strategis mengalami lonjakan harga di berbagai daerah, Rabu (25/3/2026).

Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan selama periode Lebaran serta gangguan distribusi pasca-libur panjang, yang berdampak langsung pada stabilitas pasokan di pasar.

Komoditas bumbu dapur mencatat kenaikan paling tajam. Harga bawang merah melonjak hingga 29,44 persen menjadi Rp58.250 per kilogram. Sementara itu, bawang putih juga naik signifikan sebesar 24,94 persen ke level Rp50.600 per kilogram.

Dari kelompok cabai, kenaikan paling drastis terjadi pada cabai rawit hijau yang meroket 43,41 persen menjadi Rp72.350 per kilogram. Cabai merah keriting turut naik 17,39 persen menjadi Rp66.500 per kilogram, disusul cabai merah besar yang naik 2,88 persen menjadi Rp58.900 per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada seluruh kategori beras. Beras kualitas bawah I naik 3,86 persen menjadi Rp14.800 per kilogram, sementara kualitas bawah II melonjak 15,41 persen ke Rp16.850 per kilogram.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Gubernur Sumut Bobby Nasution Pantau Harga Sembako di Pasar Sukaramai Medan Jelang Idulfitri 2026, Harga Dipastikan Stabil

Beras kualitas medium I tercatat naik 12,3 persen menjadi Rp17.800 per kilogram dan medium II naik 5,81 persen ke Rp16.400 per kilogram. Untuk kategori premium, beras kualitas super I naik 9,47 persen menjadi Rp18.500 per kilogram dan super II naik 9,79 persen menjadi Rp17.950 per kilogram.

Komoditas protein hewani juga mengalami kenaikan harga. Daging ayam ras segar naik 4,28 persen menjadi Rp47.550 per kilogram. Daging sapi kualitas I naik 8,94 persen ke Rp157.750 per kilogram, sedangkan kualitas II naik 14,72 persen menjadi Rp156.250 per kilogram.

Telur ayam ras segar mengalami kenaikan cukup tinggi sebesar 17,78 persen menjadi Rp38.750 per kilogram.

Di sisi lain, harga minyak goreng juga meningkat. Minyak goreng curah naik 11,03 persen menjadi Rp22.150 per liter. Sementara minyak goreng kemasan bermerek I naik 5,19 persen menjadi Rp24.300 per liter dan bermerek II naik 3,63 persen ke Rp22.850 per liter.

Kenaikan juga terjadi pada gula pasir, dengan gula premium naik 10,86 persen menjadi Rp22.450 per kilogram dan gula lokal naik 7,49 persen ke Rp20.100 per kilogram.

BACA JUGA: Menko Pangan dan Pj Gubernur Sumut Tinjau Pasar, Harga Daging di Medan Paling Murah Se-Indonesia

Di tengah tren kenaikan harga, hanya cabai rawit merah yang mengalami penurunan, yakni sebesar 6,66 persen menjadi Rp103.000 per kilogram.

Kondisi ini berpotensi mendorong inflasi pangan dalam waktu dekat jika tidak diimbangi dengan stabilisasi pasokan. Pemerintah dan pemangku kebijakan diharapkan segera mengambil langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat.

Kenaikan harga pangan pasca Lebaran merupakan pola tahunan, namun lonjakan tahun ini tergolong cukup tinggi di sejumlah komoditas utama. Masyarakat diimbau untuk bijak dalam berbelanja dan mengantisipasi fluktuasi harga dalam beberapa pekan ke depan. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait