GMNI Pacitan Gelar Ngaji Tani 2 Dorong Kemandirian Petani Desa

GMNI Pacitan Gelar Ngaji Tani 2 Dorong Kemandirian Petani Desa
GMNI GELAR NGAJI TANI: Ratusan petani dan warga Desa Jeruk mengikuti diskusi Ngaji Tani 2 yang digelar GMNI Pacitan sebagai upaya mendorong kemandirian dan kesejahteraan petani. (FOTO: Ist)

KLIKSUMUT.COM | PACITAN ~ Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pacitan, sukses menggelar kegiatan edukatif bertajuk Ngaji Tani 2 di Griya Rimbun Sejahtera, Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, Pacitan, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan ini menyedot antusiasme ratusan peserta yang mayoritas berasal dari anggota Kelompok Tani (Poktan) setempat.

Forum diskusi tersebut menjadi ruang dialog antara mahasiswa, masyarakat desa, dan pemangku kebijakan untuk membahas persoalan pertanian secara lebih komprehensif, mulai dari produksi hingga pemasaran hasil tani.

BACA JUGA: Djony Bunarto Tjondro: Pendampingan Desa Sejahtera Astra Perkuat Produksi dan Kemandirian Batik Masyarakat Singkawang

Mahasiswa Harus Dekat dengan Persoalan Desa

Ketua DPC GMNI Pacitan sekaligus penanggung jawab kegiatan, Dela Prastisia, menegaskan bahwa Ngaji Tani lahir dari kesadaran mahasiswa akan tanggung jawab moral untuk tetap berpihak pada rakyat, khususnya masyarakat desa yang bergelut di sektor pertanian.

“Kami menilai bahwa seyogyanya mahasiswa tidak boleh berjarak dengan rakyat dan persoalan desa, terutama yang berkaitan langsung dengan sektor pertanian,” ujar Dela.

Bacaan Lainnya

Ia juga menilai bahwa persoalan pertanian selama ini kerap dipahami secara sempit dan berhenti pada proses produksi semata.

“Sering kali persoalan pertanian berhenti di lahan; kita bicara soal menanam, merawat, dan panen. Kita sangat jarang membahas ke mana hasil itu dibawa, bagaimana harga ditentukan, dan siapa yang paling diuntungkan. Padahal dari lahan sampai ke pasar itu satu rangkaian yang tidak bisa dipisahkan,” imbuhnya.

BACA JUGA: Dorong Produktivitas Petani, Anggota DPR Banyu Biru Salurkan Puluhan Alat Pertanian di Madiun

Dorong Regenerasi dan Kreativitas Petani

Dalam diskusi tersebut, GMNI Pacitan menghadirkan Paryanto, penggerak ekonomi pedesaan, sebagai narasumber. Ia menekankan pentingnya kreativitas masyarakat desa dalam mengelola lahan serta keberanian melakukan regenerasi petani dan membaca tren pasar.

“Masa depan desa ada pada tangan masyarakat yang mampu membaca peluang. Kita harus mulai mendorong regenerasi petani muda dan mengoptimalkan lahan dengan tanaman yang memiliki pangsa pasar jelas, seperti porang yang saat ini sangat potensial,” tuturnya.

Menurutnya, pemanfaatan lahan yang tepat dan berorientasi pasar akan membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat desa secara berkelanjutan.

BACA JUGA: Bupati Asahan Dukung Panen Raya Jagung di Desa Teladan: Tani Merdeka Siap Wujudkan Kemandirian Pangan

Pentingnya Adaptasi Teknologi dan Ekonomi Digital

Narasumber kedua, Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Dr. Arif Setia Budi, S.Sos., M.Pa., menyoroti pergeseran sistem ekonomi ke arah digital yang menuntut sektor pertanian untuk ikut beradaptasi.

“Ekonomi hari ini sudah bergeser ke arah digitalisasi. Masyarakat kita harus memiliki pemahaman yang utuh mengenai mana hasil tani yang bernilai ekonomis tinggi. Jika kita paham peluang pasar, maka kesejahteraan masyarakat akan jauh lebih terjamin,” tutur Arif di hadapan peserta.

Ia menilai pemahaman terhadap pasar dan teknologi menjadi kunci untuk memperkuat posisi tawar petani di tengah perubahan ekonomi global.

BACA JUGA: Astra Dukung Pemberdayaan Ekonomi Desa Petani Kopi Garut

Selain diskusi, GMNI Pacitan juga melengkapi kegiatan Ngaji Tani 2 dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis hasil kerja sama dengan Puskesmas Jeruk. Langkah ini menjadi wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat desa.

Melalui Ngaji Tani 2, GMNI Pacitan berharap forum diskusi tersebut dapat berlanjut menjadi langkah nyata di tingkat desa. GMNI mendorong masyarakat agar tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga mampu membaca peluang pasar dan memperkuat kemandirian ekonomi pertanian.

Ke depan, GMNI Pacitan menargetkan Ngaji Tani sebagai ruang belajar berkelanjutan yang mendorong pengelolaan pascapanen dan distribusi hasil pertanian secara mandiri dan berkeadilan di Kabupaten Pacitan. (KSC)

LAPORAN: Arif Genta Buana

Pos terkait