Galian Pipa Air Perumda Mual Nauli di Pandan Telan Empat Korban, Warga Soroti Minim Pengamanan

Galian Pipa Air Perumda Mual Nauli di Pandan Telan Empat Korban, Warga Soroti Minim Pengamanan
GALIAN PERUMDA MUAL NAULI MAKAN KORBAN: Salah seorang korban menunjuk tumpukan material galian pipa air Perumda Tapian Nauli di Jl. Raja Junjungan Lubis, Pandan, menyebabkan sedikitnya empat pengendara sepeda motor terjatuh pada Senin malam akibat minimnya pengamanan proyek. (FOTO: Benny Setiawan)

KLIKSUMUT.COM | TAPANULI TENGAH ~ Proyek galian pipa air milik Perumda Mual Nauli di Jalan Raja Junjungan Lubis, Kelurahan Sibulan Baru, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah memicu serangkaian kecelakaan lalu lintas. Dalam beberapa jam pada Senin (2/3/2026) malam, sedikitnya empat pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan akibat minimnya pengamanan di lokasi proyek.

Pantauan di lapangan menunjukkan pekerja proyek meninggalkan galian pipa dan tumpukan material tanah tanpa pembatas yang memadai. Pihak pelaksana juga tidak memasang rambu peringatan yang cukup. Kondisi semakin berbahaya karena lampu penerangan jalan umum (PJU) di sekitar lokasi padam, sehingga pengendara sulit melihat gundukan tanah pada malam hari.

BACA JUGA: Galian Pipa Perumda Mual Nauli Ancam Keselamatan Pemotor

Empat Pengendara Terjatuh dalam Satu Malam

Rahmad Julfikar, salah satu korban, menuturkan sepeda motor yang ia kendarai menghantam tumpukan tanah sekitar 100 meter dari Simpang DPRD Pandan.

“Sama sekali tidak terlihat. Begitu menabrak gundukan, saya terpental sekitar satu meter sebelum jatuh ke aspal,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Akibat insiden tersebut, Rahmad mengalami luka serius di bagian tangan dan kaki. Warga sekitar menyebut kecelakaan terjadi beruntun sejak pukul 20.00 WIB.

Anton, warga setempat, mengungkapkan seorang pengendara perempuan lebih dulu mengalami kecelakaan dan harus menjalani perawatan di fasilitas kesehatan akibat luka parah sebelum insiden yang menimpa Rahmad.

BACA JUGA: Bupati Tapteng Tegaskan Pengelolaan Sumber Air Harus oleh PDAM Mual Nauli

“Lampu jalan mati, rambu hampir tidak ada. Seharusnya ada papan pemberitahuan dari jauh sebelum titik galian, bukan membiarkan pengendara masuk seperti jebakan,” tegasnya.

Warga Desak Evaluasi dan Tanggung Jawab

Warga menilai pelaksana proyek mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pengerjaan galian pipa tersebut. Mereka mendesak pihak terkait segera mengevaluasi pengamanan proyek untuk mencegah jatuhnya korban tambahan.

Jika unsur kelalaian terbukti menyebabkan kerugian fisik maupun materiil, warga meminta aparat berwenang memproses pertanggungjawaban pelaksana proyek sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga Selasa (3/3/2026) pukul 11.48 WIB, tumpukan material tanah di lokasi masih membahayakan pengguna jalan. Kondisi tersebut berpotensi memicu kecelakaan lanjutan jika pihak terkait tidak segera mengambil tindakan. (KSC)

REPORTER: Benny Setiawan

Pos terkait