EDITOR: Fik Sagala
LAPORAN: Tim Redaksi
KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Sekretaris Presidium Front Marhaenis Indonesia, Badia Sitorus, mendesak Polda Sumut untuk membongkar tindak kejahatan pengoplosan gas elpiji bersubsi menjadi nonsubsidi. Sebagai aparat penegak hukum, Kapolda Sumut harus tegas dan tidak takut pada perampok hak warga miskin.
“Kalau Kapolda saja takut pada penjahat, lalu untuk apa ada polisi? Kapolda itu Jenderal bintang dua loh. Harusnya tidak takut,” sebut Badia kepada wartawan, Kamis (21/8/2025).
Badia menyebutkan, hampir 90 persen masyarakat menggunakan gas elpiji 3 kg untuk kebutuhan rumahtangga karena harganya terjangkau dengan adanya subsidi pemerintah. Namun tidak sedikit gas elpiji 3 kg dioplos menjadi kemasan 5,5 kg, 12 kg dan 50 kg nonsubsidi oleh pihak tidak bertanggungjawab.
BACA JUGA: Ikatan Sarjana Alwasliyah Sumut Minta Tegas Praktik Pengoplosan Gas Elpiji Hentikan Kegiatan
“Hasil oplosan inilah yang kemudian diedarkan kembali kepada masyarakat luas. Bukan tidak mungkin juga disuplay untuk kebutuhan rumah sakit, atau bahkan instansi pemerintah,” papar Badia.
Sementara itu, sebut Badia, polisi dan kejaksaan sebagai aparatur penegak hokum, seolah menutup mata.
“Tidak hanya menutup mata ya, tetapi dugaan saya, ada oknum yang terlibat dibalik ini,” duga Badia.
BACA JUGA: DPW JPKP Sumut Soroti Pelabuhan ASP Sibolga, Angkut Pasokan Gas Elpiji Gunakan Kapal Swasta
Badia optimis, jika aparat penegak hukum mau dan serius memutus mata rantai pengoplosan gas elpiji bersubsidi, bukan hal yang sulit, apalagi elemen masyarakat seperti Ikatan Sarjana Alwashliyah Sumut telah melakukan investigasi menelusuri alur distribusi gas elpiji oplosan di Kota Medan dan sekitarnya.
“Dengan demikian, Polda Sumut dapat saling bersinergi dengan elemen masyarakat untuk memberantas praktik pengoplosan gas elpiji bersubsidi,” saran Badia.
Polda Sumut dapat melakukan sejumlah tindakan dengan memeriksa kurir angkut yang disinyalir kuat mendistribusikan gas oplosan nonsubsidi ke titik-titik tertentu, seperti rumah sakit dan hotel di Medan.
BACA JUGA: Kelangkaan Elpiji 3 Kg, MIGAS Watch Desak Pemerintah Tindak Mafia Gas
“Bila dianggap perlu, Polda bisa periksa direktur atau penanggung jawab dapur. Harapan kita, nanti akan diketahui kemana hulu praktik pengoplosan gas elpiji 3 kg,” saran Badia.
Badia juga menyatakan rasa optimis, Polda Sumut mampu menangkap jaringan mafia pengoplos gas elpiji di kawasan Medan Marelan, Helvetia, Selambo dan Medan Selayang.
“Ya, kalau Polda Sumut tidak mau turun, Marhaenis Indonesia akan gedor terus hingga ke pusat,” tutup Badia. (KSC)








