Fokus Latihan Untuk Meraih yang Terbaik Pada PON Papua

Tentunya prestasi yang telah diraih di arena senam bukan untuk menjadi diri sombong, namun tetap melakukan evaluasi terhadap diri sendiri sehingga impian untuk meraih prestasi di PON Papua dapat terwujud.

Baca juga: Kemenkes Vaksinasi 2.751 Nakes Medan Dosis Pertama

Awalnya, Thasya sama sekali tidak pernah bercita-cita menjadi seorang atlet atau pesenam. Perkenalan Thasya dengan senam bisa disebut sebuah kebetulan. Tetapi, pada akhirnya Thasya meyakini senam menjadi jalan hidupnya untuk menggapai prestasi. Perkenalan Thasya dengan senam dimulai ketika Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) Sumut melakukan talent scouting pada saat Tasya masih duduk di kelas V SD.

Talenta dan fisik Thasya tampak menonjol dibanding dengan rekan-rekannya. Ia berhasil mengalahkan teman-temannya dan menjadi satu-satunya siswa yang lolos mengikuti pelatihan Pengprov Persani Sumut.

Baca juga:  Polisi Sektor Medan Area Undang Rekan Media Rayakan Hari Pers Nasional

Disiplin dan kemauan keras adalah syarat mutlak untuk menjadi yang terbaik dalam olahraga, tidak terkecuali senam. Selama berlatih, atlet yang dilahirkan di Medan ini pun harus menjalani program latihan yang ketat. Ia harus terbangun bersamaan kokok ayam bersahutan di pagi hari karena harus mulai berlatih pukul 05.00. Sesi latihan pagi diselesaikannya pukul 06.30. Sore harinya, sepulang sekolah, Tasya kembali berlatih dengan durasi yang sama.

Pos terkait