Eka Putra Zakran Kecam Anggota DPRD yang Menutup Akses Rumah Tahfiz Ke Masjid

  • Whatsapp
Eka Putra Zakran Kecam Anggota DPRD yang Menutup Akses Rumah Tahfiz Ke Masjid
Praktisi hukum dan pengamat sosial, Eka Putra Zakran, SH MH alias Epza.

MEDAN | kliksumut.com Terkait perihal sikap oknum anggota DPRD Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan, berinisial A yang nekat menutup akses jalan bagi para murid tahfiz menuju masjid sebagaimana diberitakan salah satu media online mendapat tanggapan dan kecaman dari praktisi hukum dan pengamat sosial, Eka Putra Zakran, SH MH alias Epza.

Hal itu disampaikan Epza kepada media di Medan, Sabtu (24/7/2021) bahwa Epza menilai tindakan oknum anggota DPRD yang menutup fasilitas umum (jalan) dari rumah tahfiz menuju masjid, dengan membangun tembok setinggi 3 meter merupakan sikap arogan, tidak memiliki kepekaam sosial, rendah rasa kemanusian, keadaban. Artinya tidak memiliki respon of sibility dan sensi of crisis, khususnya dalam hal mendorong keberadaan tahfiz sebagai rumah tempat belajar pendidikan agama bagi para anak didik.

Epza mengatakan bukan hanya tidak memiliki kepekaan sosial, oknum anggota DPRD tersebut juga dikabarkan telah melakukan pengancaman dengan menggunakan parang hanya karena alasan tidak suka jalan didepan rumahnya dilewati.

BACA JUGA: Epza: Oknum Karutan Humbahas Harus Ditindak Tegas

“Perlu diperiksa kejiwaan oknum anggota DPRD tersebut, sebagai wakil rakyat tak pantas prilakunya seperti itu. Sikap arogansi berlebihan seperti itu biasanya disebabkan dua hal, kalau bukan karena sombong atau lupa diri bisa juga karena ada gangguan kejiwaan,” sebutnya.

“Harusnya merasa senang kalau di dekat atau disamping rumah kita ada rumah tahfiz, mereka pastinya belajar pendidikan agama, Al-Quran dan Hadits. Hanya setan yang tak suka melihat anak didik belajar pendidikan agama,” papar Epza.

Kalau kejiwaannya tidak terganggu, sambungnya, sikap oknum seperti ini sangat berlebihan. Artinya tidak ada sedikitpun mencerminkan sebagai sikap seorang wakil rakyat, yang sejatinya partisipatif dan humanis.

Pos terkait