KLIKSUMUT.COM | BINJAI – Di tengah geliat Kota Binjai yang terus tumbuh, layanan Gadai Syariah Pegadaian menjelma menjadi solusi pembiayaan berbasis prinsip Islam yang semakin membumi. Melalui produk digital seperti KUR Syariah, Gadai Emas Syariah, dan Cicil Emas Syariah, lebih dari 200 ribu penduduk kini menikmati kemudahan transaksi emas yang aman, terjangkau, dan sepenuhnya berbasis teknologi.
Agen Pegadaian hadir sebagai solusi untuk memperluas jangkauan layanan Pegadaian, terutama di wilayah yang belum memiliki kantor cabang tetap. Dengan lebih dari 27.000 mitra tersebar di seluruh Indonesia, Agen Pegadaian menjadi ujung tombak dalam mendekatkan layanan keuangan berbasis gadai dan investasi emas kepada masyarakat.
BACA JUGA: Prabowo Resmikan Bank Emas Pegadaian: Inovasi Keuangan Digital dari Desa, untuk Indonesia
Agen Pegadaian Syariah Al-Ghaly Store melibatkan masyarakat sebagai mitra layanan, dengan Pegadaian sebagai penyelenggara dan nasabah sebagai penerima manfaat utama. Program ini juga didukung oleh regulator dan komunitas lokal di Jl. Dr. Wahidin, No. 171, Kelurahan Sumber Mulyorejo, Kecamatan Binjai Timur, Binjai Timur, Kota Binjai, Sumut, Rabu (15/10/2025).
Agen Pegadaian diadakan untuk memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat yang belum terjangkau kantor cabang, mendorong inklusi keuangan, dan memberdayakan ekonomi lokal melalui kemitraan berbasis komunitas.
BACA JUGA: Aplikasi Tring! by Pegadaian Resmi Hadir di Stabat: Gadai Emas Digital Kini Semudah Sentuhan Jari
Data yang Menguatkan Dampak
Menurut data Pegadaian Kanwil Medan (09 Oktober 2025) bahwa jumlah agen aktif Pegadaian di Sumut tercatat sebanyak 2.365 dengan kontribusi transaksi agen mencapai 28.5 miliar/bulan. Selain itu, pertumbuhan nasabah via agen mencapai 20 persen dalam 12 bulan dan dominasi sektor pengguna sebesar 60 persen UMKM dan 40 persen rumah tangga.
Vice President (VP) Operasional Pegadaian Kanwil I Sumut-Aceh Basuki Tri Andayani mengatakan, agen merupakan salah satu cara Pegadaian agar semakin dekat dengan masyarakat.Selain itu juga membuka peluang kepada masyarakat untuk meningkatkan pendapatan dengan menjadi kepanjangan tangan dari Pegadaian.
“Fleksibilitas dari agen untuk buka layanan saat libur atau malam hari menjadi peluang bagi nasabah yang tidak sempat untuk bertransaksi di hari kerja.” ujar Basuki.
BACA JUGA: Tring By Pegadaian: Revolusi Keuangan Digital Cuma Ada di Indonesia
Dari Jual Pulsa ke Layanan Keuangan
Abi Waqqosh,(38), pemilik Agen Pegadaian Al-Ghaly Store di pinggir Jl. Dr. Wahidin No 171 Binjai, awalnya hanya menjual pulsa dan paket data. Namun sejak menjadi Agen Pegadaian di Tahun 2024 , Tokonya berubah menjadi pusat layanan keuangan mikro. “Agen Pegadaian Syari’ah – Al-Ghaly Store”. Sekarang orang ke sini buat nabung emas, bayar cicilan, atau gadai barang,” ujarnya
Abi Waqqosh melayani lebih dari 110 nasabah aktif, sebagian besar pekerja, dan pedagang hingga ibu rumah tangga. Ia membantu mereka membuka tabungan emas, mencairkan pinjaman, dan memahami fitur-fitur digital Pegadaian.
“Cicil Emas Syariah sangat membantu. Saya bisa mulai investasi emas meski penghasilan saya pas-pasan.” ungkap Septi, nasabah sedang bertransaksi di Agen Pegadaian Syari’ah – Al-Ghaly Store.
Literasi Keuangan yang Tumbuh Bersama Agen
Agen Pemasar Pegadaian membagikan brosur dan memajangkan brosur layanan Pegadaian di dinding modern market sekitar untuk meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat terhadap produk dan jasa Pegadaian.
Peran agen tidak berhenti di transaksi. Mereka juga menjadi pendidik informal yang mengenalkan konsep investasi, proteksi aset, dan manajemen keuangan. “Saya ajarkan cara menabung emas mulai dari Rp100 ribu perbulan, ” kata Abi Waqqosh, pemilik Agen Pegadaian Syariah Al-Ghaly Store.
BACA JUGA: Pegadaian Berperan Aktif Mendukung Gerakan Pangan Murah
MengEMASkan Indonesia Lewat Agen Masyarakat
Kisah Abi Waqqosh adalah potret nyata bagaimana program Agen Pemasar Pegadaian mengubah wajah Kelurahan Sumber Mulyorejo, Dari penjual pulsa dan paket data, lahir pusat layanan keuangan yang inklusif, aman, dan memberdayakan. Ketika warga Kelurahan Sumber Mulyorejo, bisa menabung emas, mencairkan dana darurat, dan merencanakan masa depan lewat agen lokal, maka Indonesia benar-benar mulai mengEMASkan dirinya dari pinggiran ke pusat. (KSC)
REPORTER: Dody Ariandi








