KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih menjadi perhatian pasar pada perdagangan Selasa, 1 September 2026. Rupiah memasuki awal September dalam kondisi tertekan setelah pada perdagangan sebelumnya melemah terhadap mata uang Negeri Paman Sam.
Berdasarkan data perdagangan Senin (31/8), rupiah di pasar spot ditutup di level Rp17.722 per dolar AS, melemah sekitar 0,15 persen dibandingkan posisi akhir pekan sebelumnya di Rp17.693 per dolar AS.
Sementara itu, Kurs Referensi JISDOR Bank Indonesia (BI) pada 31 Agustus 2026 berada di level Rp17.746 per dolar AS, naik dari Rp17.703 pada perdagangan sebelumnya.
BACA JUGA: Dolar Hari Ini Jumat 28 Agustus 2026: Rupiah Menguat, Tembus Rp17.693 per Dolar AS
Kurs Dolar Hari Ini di BCA
Sebagai gambaran transaksi perbankan, data e-Rate BCA yang diperbarui pada 1 September 2026 pukul 04.39 WIB mencatat kurs USD:
- Kurs beli: Rp17.685 per USD
- Kurs jual: Rp17.775 per USD
BCA menegaskan bahwa kurs dapat berubah selama proses transaksi.
Artinya, masyarakat yang hendak membeli dolar AS dari bank perlu memperhatikan kurs jual, sedangkan pihak yang menjual dolar kepada bank akan mengacu pada kurs beli.
Rupiah Dibayangi Sentimen Global
Pergerakan rupiah pada awal September masih dibayangi sejumlah sentimen eksternal. Salah satunya adalah penguatan dolar AS setelah muncul pernyataan bernada hawkish dari Gubernur Federal Reserve, Kevin Warsh.
Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kembali naiknya harga minyak turut menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Pada perdagangan Senin (31/8), pasangan USD/IDR juga dilaporkan berakhir di sekitar Rp17.710, sementara JISDOR BI berada di Rp17.746.
Berapa Harga 1 Dolar Hari Ini?
Jika menggunakan kisaran kurs pasar dan perbankan terbaru, 1 dolar AS berada di kisaran Rp17.700-an pada awal perdagangan September 2026.
Namun, harga dolar yang diterima masyarakat dapat berbeda antara satu bank dengan bank lainnya. Selain itu, kurs transaksi juga dapat berubah mengikuti kondisi pasar.
Bank Indonesia menjelaskan bahwa Kurs Transaksi BI diumumkan setiap hari kerja dan mencakup kurs jual serta kurs beli valuta asing terhadap rupiah.
Dampak Dolar Menguat terhadap Masyarakat
Pergerakan dolar AS tidak hanya berdampak pada investor dan pelaku pasar valuta asing. Pelemahan rupiah juga dapat berpengaruh terhadap sejumlah sektor ekonomi yang memiliki transaksi dalam dolar.
BACA JUGA: Dolar Hari Ini 23 Agustus 2026: Rupiah Menguat, Kurs USD/IDR Bergerak di Kisaran Rp17.600
Beberapa di antaranya adalah:
- Harga barang impor berpotensi meningkat.
- Biaya perjalanan ke luar negeri dapat menjadi lebih mahal.
- Pelaku usaha yang memiliki utang dalam dolar menghadapi beban pembayaran lebih tinggi.
- Harga komoditas tertentu yang mengikuti pasar global dapat ikut terdampak.
- Investor perlu mencermati perubahan nilai tukar dalam menentukan strategi investasi.
Dengan posisi rupiah yang masih berada di atas Rp17.700 per dolar AS, perkembangan kebijakan bank sentral Amerika Serikat, kondisi geopolitik global, harga minyak, serta kebijakan stabilisasi Bank Indonesia akan menjadi faktor penting yang perlu dicermati pasar. (KSC)








