KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Dolar hari ini, Kamis 1 Oktober 2026, menjadi perhatian pelaku pasar seiring pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah sebelumnya ditutup menguat pada perdagangan Rabu (30/9/2026).
Mengacu data perdagangan yang dilaporkan Bisnis.com, rupiah pada 30 September 2026 menguat 0,48 persen atau 87 poin ke level Rp17.894 per dolar AS. Untuk perdagangan Kamis (1/10/2026), rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Pergerakan rupiah tersebut menjadi salah satu perhatian pasar karena nilai dolar AS berpengaruh terhadap berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari perdagangan internasional, impor, perjalanan ke luar negeri hingga harga sejumlah komoditas.
BACA JUGA: Dolar Hari Ini 30 September 2026: Rupiah Menguat ke Rp17.925 per USD, Pasar Masih Waspada
Kurs Dolar Hari Ini di Bank
Sebagai gambaran kurs perbankan, halaman kurs Bank Central Asia (BCA) yang diperbarui pada 1 Oktober 2026 pukul 04.41 WIB mencatat kurs e-rate USD pada posisi Rp17.845 untuk kurs beli dan Rp17.935 untuk kurs jual.
Angka kurs bank dapat berbeda dengan kurs pasar maupun kurs referensi Bank Indonesia karena masing-masing bank menetapkan kurs transaksi berdasarkan kondisi dan kebijakan yang berlaku.
Bagaimana dengan Kurs Dolar BI?
Bank Indonesia menggunakan JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) sebagai referensi harga spot USD/IDR di pasar valuta asing Indonesia. JISDOR disusun berdasarkan transaksi spot dolar AS terhadap rupiah antarbank melalui sistem SISMONTAVAR.
BI menjelaskan bahwa JISDOR diterbitkan pada hari kerja, sedangkan Kurs Transaksi BI mencakup kurs jual dan kurs beli valuta asing terhadap rupiah.
BACA JUGA: Dolar Hari Ini 29 September 2026: Rupiah Masih Tertekan, USD/IDR di Sekitar Rp17.970
Rupiah Masih Bergerak Fluktuatif
Pergerakan rupiah tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor global dan domestik. Pada perdagangan sebelumnya, pasar mencermati perkembangan ekonomi global serta arah pergerakan indeks dolar AS.
Karena itu, harga dolar hari ini dapat berubah sepanjang perdagangan. Masyarakat yang membutuhkan dolar AS untuk transaksi, perjalanan, pembayaran atau kebutuhan bisnis disarankan memperhatikan kurs dari bank atau penyedia valuta asing pada saat transaksi. (KSC)








