KLIKSUMUT.COM | TAPANULI TENGAH ~ Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Lisna Panjaitan, memastikan pelayanan kesehatan berjalan normal dan terkendali, pascabencana banjir bandang dan longsor.
Hal ini mengemukakan dalam konferensi pers bersama Plt. Kadis Kominfo Tapteng, Sonny Nasution, terkait perkembangan penanganan kesehatan pascabencana banjir bandang dan longsor di Media Center GOR Pandan, Jumat (5/12/25) pagi.
Dalam kesempatan itu, Lisna menegaskan, seluruh langkah penanganan kesehatan berjalan lancar.
“Sampai hari ini, seluruh upaya yang kami lakukan dari Dinas Kesehatan untuk mengatasi dampak bencana banjir berjalan baik. Per tanggal lima Desember, situasi kesehatan aman dan terkendali,” ujarnya.
BACA JUGA: Update Bencana Tapteng: Korban Tewas Banjir Bandang Tapteng Bertambah Jadi 88 Orang
Maksimal Kerahkan Tenaga Medis
Dalam paparannya, Lisna juga menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan mengerahkan tenaga medis lengkap untuk memperkuat pelayanan di kawasan terdampak. Sebanyak delapan dokter spesialis turun langsung, masing-masing dari bidang penyakit dalam, kardiologi, mata, bedah, dan kulit. Selain itu, 280 tenaga perawat dan bidan aktif memberikan pelayanan di lapangan.
Dari total 25 Puskesmas di Tapteng, empat fasilitas kesehatan terdampak banjir bandang, yaitu Puskesmas Kolang, Sorkam, Tukka, dan Barus Utara. Meskipun mengalami kerusakan, seluruh Puskesmas tetap melayani masyarakat.
“Semua Puskesmas berangsur normal. Kami juga membuka pelayanan melalui Posko Kesehatan di setiap kecamatan. Saat ini sudah berdiri 63 posko, baik yang bersifat statis maupun bergerak,” jelasnya.
BACA JUGA: Update Bencana Sumut: BPBD Sebut 1,6 Juta Warga Terdampak Banjir Longsor
Fokus Penanganan di Lokasi Terisolir
Dinas Kesehatan memusatkan layanan pada wilayah terdampak dan terisolir, di antaranya Kecamatan Sitahuis, Kelurahan Hutanabolon, Hutabalang, Lopian, dan Sibio-bio. Lisna menegaskan bahwa tenaga medis terus bergerak menyisir daerah tersebut agar pelayanan tidak terhambat.
“Hari ini saya pastikan seluruh tenaga kesehatan berangkat menuju lokasi yang terisolir,” tegasnya. (KSC)
REPORTER: Benny Setiawan





