Dimana Bupati saat Masyarakat KM VIII dan PT SA Berkonflik

  • Whatsapp
Dimana Bupati saat Masyarakat KM VIII dan PT SA berkonflik
bubakar Ketua ABDESI Aceh Utara

LHOKSUKON | kliksumut.com Sengketa berkepanjangan antara warga KM VIII Kecamatan Simpang Kramat Aceh Utara dengan PT setya Agung berujung ke pihak berwajib.

Dimana PT setya Agung melaporkan warga dan geuchik KM VIII ke pihak Polres Lhokseumawe atas dugaan tindak pidana penyerobotan hak atas tanah oleh Syahrizal Ir selaku staf legal perusahaan.

BACA JUGA: Pemkab Aceh Utara dan Polres Lhokseumawe Inisiasi Vaksin Masuk Dayah

Bacaan Lainnya

Dalam hal ini Asosiasi Persatuan Perangkat Desa Indonesia (APDESI) Kabupaten Aceh Utara, meminta Bupati untuk angkat bicara.

“Bupati tidak bisa hanya diam dan membiarkan hal ini menjadi polimik berkepanjangan, karena ini menyangkut hak hidup rakyat,” tegas Abubakar selaku ketua ABDESI Aceh Utara dalam siaran persnya yang diterima media ini pada Sabtu (18/09/2021) malam.

Lebih lanjut Abubakar mengatakan jika pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tidak segera bertindak, polimik yang terjadi antara warga dan perusahaan akan menjadi bom waktu yang sewaktu – waktu akan meledak dan akhirnya masyarakat yang menjadi korban.

BACA JUGA: Perjuangan Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan di Aceh Tengah Agar Tidak Meluas

Terlebih lagi menurut pemberitaan di beberapa media berdasarkan surat PT SA Bupati telah duduk dengan management Perusahaan untuk penyelesaian sengketa tersebut, namun sampai sekarang warga tidak tahu apa yang menjadi kesimpulan dalam pertemuan itu, terang Abu Bakar.

“Jika pemerintah tidak hadir untuk penyelesaian sengketa ini secara persuasif, maka jika tidak asumsi masyarakat pemimpin mereka diam bisa di artikan mendukung konflik itu berjalan secara masiv dan ini jelas sangat bertolak belakang dengan visi misi Bupati Cek Mad,” tutup ketua APDESI Aceh Utara.

Pos terkait