Digitalisasi Jadi Fokus Utama, Pemkab Asahan Dorong Transformasi Tata Kelola PKK

Digitalisasi Jadi Fokus Utama, Pemkab Asahan Dorong Transformasi Tata Kelola PKK
Pelatihan TP PKK Kecamatan Tahun 2026 yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Asahan di Aula Hotel Antariksa Kisaran, Rabu (13/5/2026). (kliksumut.om/ist)

KLIKSUMUT.COM | ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola organisasi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) melalui penguatan administrasi berbasis digital.

Langkah tersebut diwujudkan dalam pembukaan Pelatihan TP PKK Kecamatan Tahun 2026 yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Asahan di Aula Hotel Antariksa Kisaran, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong modernisasi organisasi PKK agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Pelatihan tidak hanya difokuskan pada peningkatan kapasitas kader, tetapi juga diarahkan untuk membangun sistem administrasi yang tertib, seragam, dan terintegrasi.

BACA JUGA: Puluhan Tahun Rusak, Warga Buntu Pane Blokade Jalan Provinsi dan Tuntut Perbaikan Segera, Ini Kata Bupati Asahan

Mewakili Bupati Asahan, Darwinsyah Lubis menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, seluruh peserta diminta mengikuti pelatihan secara serius dan mampu menerapkan hasil pembelajaran di wilayah masing-masing.

Menurutnya, pola kerja organisasi berbasis manual sudah tidak lagi relevan di tengah tuntutan pelayanan yang cepat dan akurat. Pemanfaatan teknologi informasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak, khususnya dalam pengelolaan data, penyusunan laporan, hingga koordinasi antar-pengurus.

“Pemanfaatan teknologi komunikasi harus menjadi bagian dari budaya kerja organisasi. Administrasi yang tertata dan modern akan mempermudah pelaksanaan program sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Darwinsyah dalam sambutan tertulisnya.

Ia juga mendorong para kader menjadikan pelatihan sebagai ruang bertukar pengalaman dan gagasan agar tercipta inovasi baru yang mampu meningkatkan efektivitas program PKK di tingkat kecamatan maupun desa.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, menilai kreativitas kader menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi di tengah perubahan sosial yang terus berkembang. Ia meminta pengurus TP PKK tidak terjebak pada rutinitas tahunan yang bersifat administratif semata.

Menurutnya, setiap kecamatan memiliki potensi berbeda yang perlu digali dan dikembangkan sebagai kekuatan lokal. Selain itu, penguatan kelompok dasawisma juga dianggap penting karena menjadi ujung tombak pendataan dan pelaksanaan program di lingkungan masyarakat.

Ny. Yusnila menekankan bahwa tertib administrasi bukan sekadar kewajiban organisasi, melainkan cerminan profesionalisme lembaga di mata publik. Dengan sistem data yang rapi dan terstandarisasi, evaluasi program dapat dilakukan secara lebih terukur dan akuntabel.

BACA JUGA: Perkuat Reformasi Birokrasi, Bupati Asahan Lantik Pejabat Tinggi Pratama

“Data yang baik akan memudahkan organisasi menentukan arah kebijakan dan mengukur keberhasilan program secara objektif,” katanya.

Untuk memperkuat kualitas materi pelatihan, panitia menghadirkan Staf Ahli II TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Drs. Ruhyat, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya manajemen organisasi yang adaptif serta strategi menghadapi berbagai persoalan yang sering muncul dalam pelaksanaan program di lapangan.

Pelatihan tersebut diharapkan mampu melahirkan kader PKK yang lebih profesional, inovatif, dan siap menghadapi tantangan era digital. Pemerintah Kabupaten Asahan juga menilai kegiatan ini sebagai momentum mempererat koordinasi dan sinergi antar-pengurus TP PKK se-Kabupaten Asahan dalam mendukung pembangunan daerah berbasis ketahanan keluarga. (KSC)

Reporter: Dinda Meyla Sari

Pos terkait