Diduga Alami Dua Luka Tembak, Warga Labuhan Bilik Dirawat di RSUD Rantauprapat

Diduga Alami Dua Luka Tembak, Warga Labuhan Bilik Dirawat di RSUD Rantauprapat
Kondisi Rahmat Alfian (34), warga Labuhan Bilik, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu saat menjalani perawatan medis di RSUD Rantauprapat (kliksumut.com/fajar)

KLIKSUMUT.COM | LABUHANBATU – Sosok Rahmat Alfian (34), warga Labuhan Bilik, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, menjalani perawatan medis di RSUD Rantauprapat setelah diduga mengalami dua luka tembak di bagian pinggul dan betis kaki kanan serta luka robek di kepala.

Kondisi luka-luka tersebut dialaminya saat berhadapan dengan dua personel kepolisian yang sedang berpatroli di areal perkebunan sawit PT Perkebunan Milano Cabang Dua Estate, Kecamatan Panai Tengah, Jumat (9/10/2026).

Saat ditemui di RSUD Rantauprapat, Sabtu (10/10/2026), Rahmat mengaku luka di pinggul dan betis kaki kanannya diduga akibat tembakan, sedangkan luka di kepalanya disinyalir akibat pukulan menggunakan popor senapan.

BACA JUGA: Labuhanbatu Terima Tambahan TKD Rp81,3 Miliar, Realisasi Baru 45,27 Persen

“Iya, betis kaki kanan dan pinggul kena tembak. Sedangkan kepala kena pukul gagang senapan,” ungkap Rahmat.

Bacaan Lainnya

Menurut penuturannya, peristiwa itu bermula ketika dirinya mengumpulkan berondolan sawit di blok 1 perkebunan tersebut sejak sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah mengumpulkan sekitar 30 kilogram berondolan, ia mengaku dipergoki dua petugas patroli yang bertugas melakukan pengamanan di kawasan perkebunan.

Dia mengaku terkejut saat dipergoki dan berupaya melarikan diri. Namun, dalam upaya tersebut, ia mengklaim terkena tembakan hingga terjatuh ke dalam parit. Ia juga menduga salah seorang petugas memukul kepalanya menggunakan popor senapan.

Meski mengalami luka, dia mengaku kembali berusaha menyelamatkan diri hingga mencapai permukiman warga.

“Sampai di rumah warga saya minta tolong. Darah bercucuran dari kepala dan terasa sempoyongan,” tuturnya.
Warga kemudian memberikan pertolongan awal dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Labuhan Bilik. Selanjutnya, dirujuk ke RSUD Rantauprapat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Insiden tersebut ditengarai memicu reaksi masyarakat. Sekitar pukul 18.25 WIB pada Jumat (9/10/2026), warga mendatangi kawasan PT Milano untuk meminta penjelasan terkait kejadian yang menimpa Rahmat.

“Ramai masyarakat mendatangi kantor perusahaan itu,” ujar seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan saat menjenguk korban di RSUD Rantauprapat.

Kedatangan warga disebut sebagai bentuk protes sekaligus tuntutan agar pihak perusahaan memberikan klarifikasi atas insiden tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah warga dilaporkan melempari kantor PT Milano.
Aksi tersebut mengakibatkan sejumlah kaca dan bagian fasilitas bangunan mengalami kerusakan. Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi mengenai nilai kerugian materiil maupun penanganan atas kerusakan tersebut.

Hingga kini, kronologi lengkap kejadian, identitas serta satuan personel kepolisian yang diduga terlibat, dan kesesuaian penggunaan senjata api dengan standar operasional prosedur (SOP) belum diperoleh secara utuh.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya dan Kapolsek Panai Tengah AKP Amlan belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi. Pesan singkat yang dikirimkan kepada keduanya belum mendapat jawaban hingga berita ini disusun.

Meski demikian, sejumlah personel Polres Labuhanbatu terlihat mendatangi korban di ruang perawatan RSUD Rantauprapat. Kehadiran mereka disebut untuk menjenguk korban sekaligus melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) terkait peristiwa tersebut.

Sementara itu, informasi internal kepolisian yang diperoleh menyebutkan bahwa senjata yang digunakan terindikasi merupakan jenis senjata pengendali massa dengan amunisi peluru karet. Informasi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang. Tidak ditemukannya proyektil pada luka korban juga belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan jenis senjata maupun amunisi yang digunakan.

“Mungkin itu jenis senjata peluru karet,” ungkap sumber yang memberikan informasi tersebut.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Ferry Walintukan menyatakan pihaknya memberikan perhatian terhadap penanganan kasus tersebut.

BACA JUGA: PPTSB Labuhanbatu Gelar Rakercab Perdana, Serap Aspirasi 36 Sektor

“Kita akan cek informasi kejadiannya dan periksa standar operasional penempatan personel di perusahaan tersebut,” ujar Ferry saat dihubungi.

Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memperjelas kronologi kejadian, memastikan prosedur penempatan personel pengamanan di kawasan perkebunan, serta mengungkap fakta terkait dugaan penggunaan senjata dan tindakan yang dialami korban.

Hingga berita ini diterbitkan, dugaan keterlibatan personel kepolisian, penyebab luka yang dialami Rahmat, serta rangkaian peristiwa yang berujung pada kerusakan fasilitas perusahaan masih memerlukan pendalaman dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait. (KSC)

Reporter: Fajar Dame Harahap

Pos terkait