Desa Sekoci Langkat 7 Kali Banjir Dalam Sebulan, Warga: Kami Bayar Pajak, Tolong Selesaikan!

Desa Sekoci Langkat 7 Kali Banjir Dalam Sebulan, Warga: Kami Bayar Pajak, Tolong Selesaikan!
Tangkapan layar video amatir warga Desa Sekoci, Langkat, yang viral di media sosial, Kamis (29/10/2026). (Foto : Kliksumut.com / ist)

KLIKSUMUT.COM | LANGKAT – Desa Skoci di Besitang, Langkat, kembali viral, dan menjadi sorotan publik setelah dilaporkan mengalami 7 kali banjir berturut-turut hanya dalam kurun waktu 3 minggu di bulan Oktober 2026, Kamis (29/10/2026). Lewat rekaman video amatir yang beredar luas di media sosial, warga yang frustrasi meluapkan kekecewaannya secara terbuka kepada pemerintah karena mengabaikan rekonstruksi rumah-rumah yang hanyut sejak banjir bandang tahun lalu, padahal masyarakat setempat selalu menunaikan kewajiban membayar pajak.

‎Dalam rekaman video yang berdurasi singkat tersebut, seorang warga memperlihatkan kondisi terkini permukiman yang terendam air. Meski luapan air dilaporkan mulai berangsur surut di Kamis siang, ketakutan warga tidak mereda mengingat cuaca ekstrem yang masih membayangi wilayah Sumatra Utara.

BACA JUGA: Plt Bupati Langkat, Tinjau Kebakaran Salapian ‎
‎
‎”Ini sudah surut sih, sudah surut. Tapi ini ketujuh kalinya dalam tiga pekan di bulan Oktober 2026. Jadi kami minta tolong, kami bayar pajak. Tolong selesaikan itu rumah-rumah itu,” ujar sang perekam video sembari mengarahkan kamera ke deretan bangunan yang hancur.
‎
‎‎Banjir bandang dahsyat di November 2025 lalu menyisakan kondisi memprihatinkan di Dusun Pante Pulou, Desa Sekoci. Data advokasi dan liputan lapangan media online Liputan24jam.com menunjukkan bahwa setidaknya 62 rumah warga hanyut dan mengalami rusak berat akibat bencana tersebut.
‎
‎Ironisnya, setelah hampir setahun berlalu, puluhan kepala keluarga di dusun tersebut masih belum mendapatkan kepastian hunian yang layak maupun bantuan rekonstruksi yang komprehensif dari Pemerintah Kabupaten Langkat.
‎
‎LBH Pertanyakan Perhatian Pemerintah Daerah
‎
‎Lambatnya penanganan pasca-bencana ini memantik reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya Lembaga Bantuan Hukum Perlindungan Anak dan Perempuan Indonesia Kabupaten Langkat (LBH PAPI LANGKAT).
‎
‎Ketua LBH PAPI Langkat, Raya Samosir, secara terbuka mempertanyakan sejauh mana kepedulian pemerintah terhadap nasib warga yang telantar. Melalui unggahan di media sosial, pihak LBH mendesak instansi terkait untuk segera turun tangan memulihkan kehidupan warga terdampak yang kini terus-menerus dihantui banjir susulan.

BACA JUGA: Tanggul Paya Bunder Langkat Dipasang Dinding Beton Akhir Tahun Ini
‎
‎Warga menilai, frekuensi banjir yang terjadi hingga tujuh kali dalam sebulan membuktikan bahwa sistem mitigasi dan tata kelola aliran sungai di Kecamatan Besitang berada dalam kondisi darurat. Tanpa adanya perbaikan tanggul penahan air atau relokasi rumah yang jelas, warga Dusun Pante Pulou dipastikan akan terus terjebak dalam siklus bencana yang mengancam keselamatan jiwa mereka.
‎
‎Hingga berita ini diturunkan, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat maupun jajaran pemerintah daerah setempat belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan pemulihan jangka panjang bagi korban banjir di Desa Sekoci. (KSC)

Reporter: Dody Ariandi

Pos terkait