Demokrat Bantah Isu Ijazah Jokowi, Tegaskan Hubungan Harmonis SBY dan Jokowi

Demokrat Bantah Isu Ijazah Jokowi, Tegaskan Hubungan Harmonis SBY dan Jokowi
Kepala Badan Komunikasi Strategis (Kababakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, partai berlambang mercy ini membantah keras tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah serta upaya adu domba politik. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Partai Demokrat menanggapi tegas isu yang beredar mengenai tudingan keterlibatan mereka dalam polemik dugaan ijazah palsu mantan Presiden RI, Joko Widodo. Melalui Kepala Badan Komunikasi Strategis (Kababakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, partai berlambang mercy ini membantah keras tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah serta upaya adu domba politik.

Dalam pernyataan resminya, Herzaky menegaskan bahwa Demokrat tidak ada kaitannya dengan penyebaran isu mengenai ijazah palsu Jokowi. Ia menilai tudingan yang menyebut “partai biru” sebagai dalang di balik isu tersebut merupakan narasi insinuatif yang menyesatkan.

BACA JUGA: Demokrat Gelar Retreat, Ketum AHY: Kawal Pemerintahan Prabowo, Siapkan Pemenangan Pilpres & Pileg 2029

“Tuduhan tersebut adalah fitnah yang tidak berdasar. Istilah ‘partai biru’ yang diarahkan kepada Partai Demokrat merupakan upaya insinuatif yang mencemarkan nama baik kami,” tegas Herzaky.

Lebih lanjut, Herzaky menjelaskan bahwa Roy Suryo, yang sempat menyampaikan opini mengenai dugaan ijazah palsu Jokowi, sudah tidak lagi menjadi bagian dari Partai Demokrat sejak tahun 2019. Roy mundur karena perbedaan pandangan yang tidak lagi sejalan dengan arah kebijakan partai.

“Penting untuk diketahui publik bahwa Saudara Roy Suryo telah mengundurkan diri dari Partai Demokrat sejak 2019,” jelasnya.

Hubungan SBY-Jokowi Sangat Baik, Tak Layak Dijadikan Komoditas Politik

Herzaky juga menegaskan bahwa hubungan antara keluarga Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dengan keluarga Presiden Joko Widodo sangat harmonis dan penuh rasa hormat. Ia menyebutkan bahwa Gibran Rakabuming Raka selaku Wakil Presiden RI dan Kaesang Pangarep yang menjabat sebagai Ketua Umum PSI, turut hadir dalam Kongres V Partai Demokrat yang dipimpin oleh Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sebagai bentuk timbal balik, AHY juga mengutus Sekjen Herman Khaeron dan Waketum Teuku Riefky Harsya untuk menghadiri Kongres PSI yang dipimpin oleh Kaesang.

Tak hanya itu, Gibran juga sempat menjenguk langsung SBY saat dirawat di RSPAD, menunjukkan bahwa relasi antarkeluarga tetap hangat dan harmonis.

“Hubungan ini mencerminkan keharmonisan yang kuat antarkeluarga, dan tidak pantas dijadikan sasaran provokasi,” kata Herzaky.

Adu Domba Politik Dinilai Berbahaya dan Tidak Etis

Pihak Demokrat menyayangkan adanya pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan isu ijazah Jokowi untuk mengadu domba SBY dan Jokowi. Herzaky menyebut tindakan tersebut sangat tidak etis dan berpotensi merusak ruang publik serta mencederai semangat demokrasi yang sehat.

BACA JUGA: Partai Demokrat Proaktif Kawal Revisi RUU Pemilu, Herman Khaeron: Kami Perjuangkan Pemilu yang Adil dan Berpihak ke Rakyat

“Kami mencermati adanya pihak-pihak yang mencoba mengail di air keruh, dengan memanfaatkan isu ini untuk mengadu domba antara Bapak SBY dan Bapak Jokowi. Ini sangat tidak etis dan sama sekali tidak mencerminkan semangat demokrasi yang sehat,” tutupnya.

Dengan pernyataan ini, Partai Demokrat berharap publik tidak terpengaruh oleh narasi fitnah yang berpotensi memecah belah elite politik nasional yang selama ini menjalin hubungan harmonis. Demokrat juga mengajak masyarakat untuk menjaga ruang publik dari provokasi yang tidak bertanggung jawab demi demokrasi yang damai dan konstruktif. (KSC)

Pos terkait