Cegah Petani Merugi: BBPPTP Medan dan EMP Gebang Limited Gelar Sosialisasi Manfaat Bibit Sawit Unggul

Cegah Petani Merugi: BBPPTP Medan dan EMP Gebang Limited Gelar Sosialisasi Manfaat Bibit Sawit Unggul
SOSIALISASI BIBIT UNGGUL: BBPPTP Medan bersama EMP Gebang Limited menggelar sosialisasi pembibitan sawit unggul di Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara, Rabu (3/9/2025). (FOTO: Dodi Ariandi)

KLIKSUMUT.COM | LANGKAT – Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan bersama EMP Gebang Limited menggelar sosialisasi pembibitan sawit unggul di Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara, Rabu (3/9/2025).

Sosialisasi pembibitan sawit unggul yang dihadiri Kepala Desa, Karang Taruna, Perangkat Desa, masyarakat dan petani sawit ini bertujuan menghasilkan benih berkualitas tinggi, memastikan ketersediaan benih tepat waktu, dan mencegah pertumbuhan tanaman abnormal untuk meningkatkan produktivitas.

BACA JUGA: Bibit Coklat: Peluang Emas 2025 Penghasil $ DOLLAR

Pejabat Pembibitan BBPPTP Medan Helen V Manik mengatakan, urgensi sosialisasi pembibitan sawit unggul ini dilakukan,karena sebagian besar perkebunan sawit rakyat masih menggunakan bibit sawit yang tidak jelas asal-usulnya.

“Sehingga hasil panen dan umur produktif tanaman tidak maksimal,” ujarnya.

Peredaran bibit pertanian juga diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 50/Permentan/ΚΒ.020/9/2015 tentang Produksi, Sertifikasi dan Peredaran Benih Tanaman Perkebunan. dan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No.4/Kpts/KB.020/01/2025 tanggal 8 Januari 2025 tentang Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq).

BACA JUGA: Dorong Ketahanan Pangan, Pemko Binjai Salurkan 500 Kg Bibit Bawang Merah ke Petani

Helen menjelaskan, untuk mendapatkan bibit sait unggul, perlu diperhatikan teknik peyemaian meliputi asal usul benih berasal dari sumber benih yang telah disertifikasi dari Instansi yang berwenang, keberadaan plumula dan radikula dapat dibedakan dengan jelas, panjang plumula ≥ 0,3 cm, panjang radikula ≥ 0,3 cm, bobot biji ≥ 0,8 gram dan bebas OPT utama.

Bacaan Lainnya

Selain itu juga harus memenuhi tandar kriteria benih Pre Nursery yakni asal usul benih berasal dari sumber benih yang telah disertifikasi oleh Instansi yang berwenang, umur benih 3-5 bulan sejak semai, bebas OPT Utama, warma daun hijau dan ukuran polibag diatas 12 cm x 17 cm.

BACA JUGA: Kontribusi Kepada Masyarakat Dairi, PT DPM Serahkan 10 Ribu Bibit Pohon Kemiri

Helen juga menambahkan, bibit perlu mendapatkan penyiraman 2 kali sehari (pagi dan sore) kecuali hujan paling banyak 1 liter/hari/batang, pengendalian gulma dalam 2 pekan sekali dan pemupukan dilakukan sesuai jenis, dosis dan jadwal yang direkomendasikan oleh pemilik varietas serta pengendalian hama dan penyakit dilakukan sesuai rekomendasi dari pemilik varietas.

Seleksi Benih (Culling) pada Pre Nursery
Dalam kesempatan itu, Helen juga menyebutkan, petugas pembibitan perlu melakukan persiapan tanam ke lapangan dsejak penanaman kecambah sampai waktu pindah tanam dari persemaian ke pembenihan (1 minggu sebelum pindah), dan memilah benih abnormal untuk dimusnahkan serta dibuat berita acaranya.

BACA JUGA: Wagub Fadhlullah Resmikan Pusat Pelatihan Budidaya Bibit Kakao Unggul di Aceh Timur

Hindari Pembibitan Satu Tahap Jika Jumlah Bibit Diatas 2 Ribu Batang
Humas PT Emp Gebang Limited, Lutfi menjelaskan, masyarakat petani perlu mendapatkan pemahaman terkait pentingnya menggunakan benih sawit unggul.

“Edukasi seperti ini jadi manfaat investasi jangka panjang agar petani mandiri dan tidak tertipu pasar bibit palsu. Ini demi meningkatkan kesejahteraan petani sawit. EMP Gebang meyediakan bantuan bibit pembenihan, untuk kelompok binaan,” jelasnya.

BACA JUGA: APUK Dairi Sumbang 2.000 Bibit Pohon ke Pemkab Dairi dalam Perayaan Paskah: Seruan Lindungi Alam dan Tolak Tambang

Sementara Kepala Desa Pematang Cengal, Arusman menyatakan apresiasi atas kegiatan sosialisasi bibit sawit unggul.

“Kehadiran perusahaan bukan sekadar urusan bisnis, melainkan juga bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat. Dengan cara mengenali bibit bersertifikat, masyarakat petani sawit dilangkat diharapkan lebih mandiri,” harap Arusman. (KSC)

REPORTER: Dodi Ariandi

Pos terkait