BPS Sumut: Daging Sapi Pemicu Inflasi April 2021


Inflasi terjadi karena adanya 
peningkatan harga yang ditunjukkan, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,22 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,12 persen.

Selain itu kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen, kelompok transportasi sebesar 0,81 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,13 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,02 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,70 persen. 

“Sedangkan kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau
deflasi 0,34 persen,” ungkapnya.

Baca juga: Pakai Smartfren di Realme C21 Dapat Lebih Banyak Hadiah, Dari Bonus Kuota 384 GB Hingga Smart TV


“Dua kelompok lainnya tidak mengalami perubahan 
indeks, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah 
tangga serta kelompok pendidikan,” jelasnya. 

Ditambahkannya, dari 24 kota IHK di Pulau Sumatera, 17 kota tercatat inflasi. Inflasi tertinggi di Padangsidimpuan sebesar 0,61 persen dengan IHK sebesar 107,23 dan terendah di Medan sebesar 0,04 persen dengan IHK sebesar 104,22.

Sementara deflasi tertinggi di Tanjung Pinang sebesar 0,36 persen dengan IHK sebesar 103,95 dan terendah di Tanjung 
Pandan sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 107,83. (Swisma)

Pos terkait