Industri Alas Kaki Nasional Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global, Serap 921 Ribu Tenaga Kerja

Industri Alas Kaki Nasional Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global, Serap 921 Ribu Tenaga Kerja
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Industri alas kaki nasional kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu tulang punggung sektor padat karya Indonesia. Di tengah tekanan ekonomi global, sektor ini tetap resilien dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, dengan sumbangan sebesar 1,2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan pada kuartal III 2025.

Tak hanya itu, industri alas kaki juga menjadi penopang utama ketenagakerjaan nasional dengan menyerap sekitar 921 ribu tenaga kerja per Februari 2025. Angka ini menegaskan peran strategis industri alas kaki dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa daya saing industri alas kaki Indonesia tetap terjaga meski dihadapkan pada dinamika global yang penuh ketidakpastian.

“Di tengah dinamika dan ketidakpastian global, industri alas kaki nasional menunjukkan tingkat resiliensi yang kuat. Pada tahun 2024, nilai ekspor industri alas kaki tumbuh signifikan sebesar 13,13% dan mencapai USD7,28 miliar,” ujar Menko Airlangga saat hadir secara virtual dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-XI Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO), Rabu (21/1/2026).

Kinerja ekspor yang impresif tersebut turut mendorong meningkatnya kepercayaan investor. Sepanjang tahun 2024, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di sektor alas kaki mencapai USD859 juta, dan hingga Semester I 2025 telah terealisasi USD803 juta.

Bacaan Lainnya

Tingginya minat investasi sejalan dengan tingkat utilisasi industri yang konsisten berada di atas 80%, menandakan kapasitas produksi yang optimal serta prospek bisnis yang menjanjikan.

Namun demikian, Airlangga mengingatkan adanya tantangan eksternal, salah satunya kebijakan tarif resiprokal sebesar 19% di pasar Amerika Serikat.

“Indonesia berharap dengan implementasi IEU-CEPA, akses pasar dapat terus terbuka. Tahun ini kita persiapkan agar implementasi IEU-CEPA bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin,” tegasnya.

BACA JUGA: Wamenkeu Tegaskan Kesiapan Indonesia Hadapi Perubahan Global Demi Visi Indonesia Emas 2045

Untuk menjaga keberlanjutan dan resiliensi industri alas kaki, Pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis, antara lain:

Penguatan pasar domestik melalui Permendag Nomor 23 Tahun 2025 tentang pengaturan impor barang konsumsi

Stimulus fiskal tenaga kerja melalui kebijakan PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (PMK Nomor 10 Tahun 2025)

Kredit Investasi Padat Karya melalui Permenko Nomor 4 Tahun 2025

Fasilitasi ekspor melalui optimalisasi kawasan berikat dan penyederhanaan prosedur ekspor

Selain itu, Pemerintah bersama APRISINDO terus membangun ekosistem usaha yang kondusif melalui reformasi regulasi ketenagakerjaan, peningkatan kualitas SDM industri, simplifikasi perizinan, optimalisasi logistik, percepatan ekonomi sirkular, hingga penguatan diplomasi perdagangan.

Menko Airlangga menilai Munas XI APRISINDO sebagai momentum penting dalam menentukan arah kebijakan organisasi yang adaptif dan visioner guna mendukung transformasi ekonomi dan penerapan standar keberlanjutan.

BACA JUGA: Kemenperin Percepat Sertifikasi Halal 232 IKM di Kalsel, Perkuat Daya Saing Industri Halal Nasional

“Dengan kolaborasi kuat antara Pemerintah dan dunia usaha, industri alas kaki Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tampil sebagai pemimpin di pasar global,” katanya.

Menutup sambutannya, Airlangga menyampaikan apresiasi atas 37 tahun kontribusi APRISINDO sebagai mitra strategis Pemerintah dalam memajukan industri alas kaki nasional.

“Munas XI ini menjadi wadah penting untuk mengkonsolidasikan pandangan, merumuskan rekomendasi strategis, serta menyepakati langkah nyata dunia usaha dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya sektor industri padat karya,” pungkasnya. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait