Merajut Persaudaraan di Perantauan: Tama Batak Unhas Sukses Gelar Bina Akrab 2025 di Pulau Gusung, Sulawesi Selatan

Merajut Persaudaraan di Perantauan: Tama Batak Unhas Sukses Gelar Bina Akrab 2025 di Pulau Gusung, Sulawesi Selatan
Keluarga Mahasiswa Batak Universitas Hasanuddin (Tama Batak Unhas) melaksanakan Bina Akrab 2025 di Pulau Gusung, Sulawesi Selatan. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | MAKASSAR – Semangat kekeluargaan dan persatuan mahasiswa Batak di perantauan kembali menyala lewat kegiatan tahunan Bina Akrab 2025 yang digelar oleh Keluarga Mahasiswa Batak Universitas Hasanuddin (Tama Batak Unhas). Bertempat di Pulau Gusung, Sulawesi Selatan, kegiatan ini sukses dilaksanakan pada tanggal 14–15 Juni 2025, menghadirkan lebih dari 50 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dengan latar panorama eksotis Pulau Gusung, Bina Akrab 2025 menghadirkan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Tak sekadar berkumpul, acara ini menjadi sarana mempererat ikatan emosional antar mahasiswa Batak yang tengah menempuh studi di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Mengukir Kenangan, Menumbuhkan Solidaritas

Ketua panitia kegiatan, Michael Hutagulung (Budidaya Perairan 2022), mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal berkumpul, tetapi juga menjadi ruang membangun kenangan bersama.

“Antusiasme mahasiswa/i Batak yang kuliah di Unhas sangat luar biasa. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dari kepedulian dan semangat kita sebagai perantau dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Michael.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menyuguhkan berbagai agenda menarik seperti sesi games, malam keakraban, hingga persembahan lagu antar angkatan. Semua dirancang untuk mempererat hubungan antar anggota, memperkuat jaringan komunikasi, dan menciptakan solidaritas lintas generasi.

Menjaga Nilai dan Budaya di Tengah Keberagaman

Sementara itu, Martunas Dosniroha Munthe (Ilmu Pemerintahan 2021) menegaskan pentingnya kegiatan seperti Bina Akrab sebagai ruang pelestarian budaya dan nilai-nilai suku Batak.

“Kegiatan ini kita fokuskan untuk membentuk persaudaraan dan kekeluargaan di antara mahasiswa/i Batak perantau dari berbagai daerah di Indonesia yang berkuliah di Universitas Hasanuddin. Harapannya, ini bisa menjadi pondasi kuat dalam membangun perkumpulan yang solid dan berdaya,” jelas Martunas.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa Batak dari berbagai pulau – mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua – merupakan simbol kebhinekaan dalam satu identitas. Dengan begitu, Bina Akrab menjadi ajang penting yang memadukan nilai budaya, kekeluargaan, dan semangat kebersamaan dalam satu napas.

Tama Batak Unhas: Menjadi Rumah Kedua di Rantau

Melalui kegiatan ini, Tama Batak Unhas kembali menunjukkan eksistensinya sebagai wadah strategis bagi mahasiswa-mahasiswi Batak untuk saling menguatkan dalam menghadapi tantangan hidup di perantauan. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat bertukar pikiran dan berbagi pengalaman, perkumpulan ini juga menjadi rumah kedua yang menghidupkan rasa memiliki dan mempererat tali persaudaraan.

“Kami ingin Tama Batak Unhas menjadi ruang tumbuh dan belajar yang menghidupkan nilai-nilai budaya, pendidikan, dan persaudaraan. Semoga semangat ini terus hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya,” tutup Michael.

Agenda Tahunan yang Siap Terus Berlanjut

Sebagai agenda tahunan, Bina Akrab tak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga momen penting dalam regenerasi organisasi. Melalui kegiatan ini, estafet nilai dan semangat Tama Batak Unhas diteruskan kepada generasi muda yang siap menjaga budaya Batak di tengah arus modernisasi dan keberagaman kampus.

Dengan semangat “Merajut Persaudaraan di Perantauan”, Bina Akrab 2025 telah sukses menciptakan ruang kebersamaan yang hangat, berkesan, dan sarat makna. Pulau Gusung pun menjadi saksi tumbuhnya solidaritas mahasiswa Batak yang jauh dari kampung halaman, namun tetap erat dalam satu ikatan budaya dan cinta tanah air. (KSC)

Pos terkait