Medan Butuh Orang Yang Berguna dan Berbuat Yang Terbaik

Medan Butuh Orang Yang Berguna dan Berbuat Yang Terbaik
Waliyono, S.Sos

MEDAN | kliksumut.com – Mungkin menjadi seorang pejabat negara membutuhkan dukungan yang besar dari seluruh kalangan, terutama dukungan partai politik hingga uang yang besar maupun material yang berlimpah. Namun hal itu bisa terbantahkan kalau masyarakat di kota Medan ingin melakukan perubahan dalam pembangunan dan kesejahteraan.

Mengapa demikian, karena kota Medan membutuhkan seseorang yang bisa menjadi orang yang berguna dan berbuat yang terbaik. Sebab tanpa adanya prilaku atau etika dari seorang pejabat negara untuk menjadi orang yang berguna dan berbuat yang terbaik, maka hasil yang akan tercapai tidak akan maksimal.

Hal ini diungkapkan oleh seorang pengamat sosial, Waliyono S.Sos yang saat ini sedang melakukan pengamatan beberapa tokoh masyarakat yang ingin menawarkan dirinya menjadi bakal calon wali kota pada tahun 2020 – 2025 yang akan datang.

“Walaupun partai politik belum menentukan, namun para tokoh masyarakat ataupun kalangan elit di kota Medan sudah menawarkan dirinya untuk menjadi balon wali kota Medan. Namun penawaran dirinya harus dari lubuk hatinya, sebab masyarakat saat ini sudah memahami betul apa pengaruhnya bila dirinya memilih kepada calon yang akan dipilih,” ungkap Wali sebagai panggilan akrabnya.

Wali juga menjelaskan bahwa saat ini, Wali kota Medan yang masih dijabat oleh Dzulmi Eldin dan Wakil Wali kota Akhyar Nasution belum bisa membawa Kota Medan menjadi Kota Metropolitan yang sebenarnya, karena infrastruktur yang dilakukan belum terlihat. Maka untuk kerja dengan sebenar-benarnya belum ada yang dilakukan oleh petahana (incumbent) dalam upaya memberikan kenyamanan.

Bacaan Lainnya

“Memang bukan muda untuk menjadi Wali Kota dan Wakil Wali kota, namun masyarakat kota Medan membutuhkan orang – orang terbaik untuk bekerja dalam melayani masyarakat. Maka partai politik harus benar-benar bisa memilih siapa yang bisa bekerja dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat kota Medan,” tambahnya.

Bahkan, digadang-gadang partai politik akan tetap mempertahankan petahana dalam menjalankan roda pemerintahan kota Medan yang sudah tidak nyaman dalam pelayanan, sebab partai politik sangat susah mencari kandidat-kanditat untuk periode yang akan datang.

“Semoga aja, partai politik bisa menentukan orang-orang terbaiknya. Sebab dari independen sangat kecil kemungkinan untuk ikut bersaing dengan periode ini,” ujarnya.

Dilihat dari beberapa kandidat yang menawarkan diri, kecil kemungkinan dari independen bisa ikut bersaing dengan calon-calon partai politik, sebab para kandidat dalam menawarkan dirinya hanya membuat simpati kepada partai-partai politik.

“Buat apa hanya menawarkan diri menjadi balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Kalaulah hanya sebar pesona untuk bisa dipinang oleh partai politik,” tutupnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan