Bank Mandiri Siap Hadapi Lonjakan Transaksi Digital Selama Pandemi

Bank Mandiri Siap Hadapi Lonjakan Transaksi Digital Selama Pandemi
Nilai transaksi digital pada triwulan I dan II 2021 meningkat 39,39% secara year on year (yoy) menjadi Rp 17.901,76 triliun. Bank sentral memproyeksikan, tren transaksi ini akan meningkat 30,1% yoy mencapai Rp 35.600 triliun sepanjang tahun 2021.

JAKARTA | kliksumut.com – Saat ini digitalisasi sudah menjadi tren dan pandemi membuat digitalisasi mengalami akselerasi. Menurut PwC, dampak pandemi COVID-19 yang terjadi di seluruh dunia sejak awal tahun 2020 telah mendorong perubahan signifikan dalam perilaku konsumen dalam berbelanja.

Dalam laporan Global Consumer Insights Pulse Survey yang dirilis PwC pada Juni 2021 disebutkan bahwa terjadi pergeseran masif perilaku konsumsi ke aktivitias belanja online sebagai bentuk adaptasi atau respons terhadap aturan-aturan seperti social distancing, bekerja dari rumah (WFO), belajar dari rumah (PJJ), hingga larangan melakukan aktivitas di luar lainnya selama lockdown atau PPKM. Selain faktor pandemi, pergeseran konsumsi ke arah transaksi elektronik atau digital juga didorong oleh faktor-faktor, seperti kepraktisan dan efisiensi (melalui smartphone), pilihan produk bervariasi, banyaknya promo/diskon/cashback, hingga sistem pembayaran yang mudah, cepat dan aman.

Fenomena ini semakin mendukung studi “Digital Consumers of Tomorrow, Here Today” oleh Facebook dan Bain & Company sebelumnya yang menyebutkan bahwa jumlah konsumen digital di Indonesia telah melonjak seiring dengan perubahan kebiasaan konsumsi masyarakat Indonesia. Studi ini memaparkan bahwa konsumen digital Indonesia bertumbuh dari 119 juta (sekitar 58% populasi) pada 2019, menjadi 137 juta (68% populasi) pada 2020.

BACA JUGA: Plt. Wali Kota Medan Sambut Baik Wirausaha Taspen Bank Mandiri

Sektor perbankan merupakan salah satu sektor yang melakukan akselarasi transformasi digital tercepat dengan didorong oleh pendemi, agar bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini. Seiring dengan berkurangnya mobilitas masyarakat, teknologi di sektor perbankan pun mengambil peran untuk tetap dapat mengakomodasikan kebutuhan nasabah di situasi yang sulit ini. Banyak analis sepakat bahwa perubahan perilaku konsumen yang semakin digital sentris ini akan menjadi kebiasaaan baru bahkan setelah pandemi berakhir. Ini menandakan bahwa akan terjadi peningkatan adopsi dan penetrasi layanan finansial dan perbankan digital.

Hal ini tercermin dari data yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) yang menyebutkan bahwa nilai transaksi digital pada triwulan I dan II 2021 meningkat 39,39% secara year on year (yoy) menjadi Rp 17.901,76 triliun. Bank sentral memproyeksikan, tren transaksi ini akan meningkat 30,1% yoy mencapai Rp 35.600 triliun sepanjang tahun 2021.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sangat menyadari fenomena perubahan perilaku konsumen dalam bertransaksi selama pandemi. Sebagai bank yang adaptif, Bank Mandiri terus memperkuat berbagai layanan digital banking mereka, baik dengan peningkatan fitur layanan hingga berbagai program promosi menarik untuk memperkuat loyalitas nasabah sekaligus menarik nasabah baru.

Pos terkait