Bangkit dari Lumpur Banjir, Petani Binaan Pertamina EP Field Rantau Hidupkan Kembali Lahan dengan 6.500 Bibit Hortikultura

Bangkit dari Lumpur Banjir, Petani Binaan Pertamina EP Field Rantau Hidupkan Kembali Lahan dengan 6.500 Bibit Hortikultura
Dukungan Pertamina EP Field Rantau membuat Abdul Rozzaq menyalakan kembali semangat hidup. Dengan 6.000 bibit cabai dan 500 bibit tomat di tanah yang pernah hancur. (foto: kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | ACEH TAMIANG – Bencana banjir yang sempat menenggelamkan lahan pertanian dengan lumpur setinggi 30 sentimeter tak mematahkan semangat Abdul Rozzaq untuk kembali menata kehidupan. Berkat kerja keras dan dukungan dari Pertamina EP Field Rantau, petani asal Aceh Tamiang itu kini berhasil menghidupkan kembali lahan pertaniannya melalui penanaman ribuan bibit cabai dan tomat.

Kisah perjuangan Rozzaq menjadi bukti bahwa harapan dapat tumbuh kembali meski pernah diterpa musibah besar. Dari tanah yang sebelumnya tertutup lumpur akibat banjir, kini kembali menghijau dengan tanaman hortikultura yang menjanjikan masa depan lebih baik.

Bacaan Lainnya

Pasca banjir yang merusak lahan pertaniannya, Rozzaq tidak memilih menyerah. Setiap hari ia turun langsung ke lahan untuk membersihkan sisa lumpur, meratakan tanah menggunakan traktor sewaan, hingga mempelajari berbagai metode pemulihan lahan pertanian pascabencana melalui jurnal dan video daring.

Baginya, bangkit dari keterpurukan adalah satu-satunya pilihan.

“Saya tidak mau berleha-leha. Kehidupan terus berputar,” ujar Rozzaq sambil melanjutkan aktivitasnya di lahan pertanian yang perlahan kembali produktif.

Tekad kuat tersebut menjadi modal utama dalam mengembalikan kesuburan tanah yang sebelumnya terdampak cukup parah akibat genangan dan endapan lumpur.

Harapan baru mulai terlihat ketika Pertamina EP hadir melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Melalui program tersebut, perusahaan memberikan dukungan berupa restorasi lahan pertanian, sarana produksi, serta bantuan 6.000 bibit cabai dan 500 bibit tomat kepada Abdul Rozzaq dan petani lainnya yang terdampak banjir.

BACA JUGA: Kemenperin Siapkan Talenta Industri 4.0 untuk WorldSkills ASEAN 2027

Bersama Kelompok Tani Tunas Muda, total sekitar 10.000 bibit hortikultura kini telah ditanam kembali di lahan yang sebelumnya tertutup lumpur.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah sekitar operasi perusahaan.

Bantuan yang diberikan terbukti mampu membangkitkan optimisme para petani. Sebagian lahan yang sebelumnya tidak dapat ditanami kini telah kembali produktif dan ditumbuhi berbagai tanaman hortikultura.

“Alhamdulillah, sebagian lahan sudah kembali ditanami cabai dan sayuran. Dukungan Pertamina EP Field Rantau membuat saya bisa bangkit lagi dari dampak banjir,” kata Rozzaq dengan penuh rasa syukur.

Keberhasilan tersebut menjadi simbol kebangkitan masyarakat pascabencana yang tidak hanya memulihkan sektor pertanian, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan ketahanan ekonomi warga.

Manager Community Involvement Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu pilar utama kehidupan masyarakat yang harus segera dipulihkan setelah bencana.

“Pertamina hadir untuk mendukung recovery para petani di sekitar wilayah operasi. Besar harapan agar dukungan kami dapat bermanfaat bagi keberlangsungan hidup para penyintas banjir sekaligus mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.

Menurutnya, program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat bangkit sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian di daerah.

BACA JUGA: OJK Gandeng ILO Luncurkan ERP untuk Permudah Akses Peternak Sapi Perah

Kini hamparan lahan yang dulu tertutup lumpur mulai berubah menjadi kebun hijau yang dipenuhi tanaman cabai dan tomat. Di balik setiap bibit yang tumbuh, tersimpan kisah perjuangan, ketekunan, dan harapan baru bagi para petani.

Abdul Rozzaq bersama petani binaan Pertamina EP Field Rantau telah membuktikan bahwa bencana bukan akhir dari segalanya. Dengan semangat, kerja keras, dan dukungan yang tepat, kehidupan dapat kembali tumbuh dari tanah yang pernah hancur. (KSC)

REPORTER: Dody Ariandi

Pos terkait