KLIKSUMUT.COM | BINJAI ~ Arus mudik Lebaran 2026 di Kota Binjai belum menunjukkan lonjakan signifikan seperti tahun sebelumnya. Meski demikian, operator bus mencatat tren kenaikan penjualan tiket, di tengah kondisi ekonomi dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang memengaruhi minat masyarakat untuk bepergian.
Petugas loket PT Putra Pelangi cabang Binjai, Rendy, mengatakan penjualan tiket mulai mengalami peningkatan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
“Menjelang Idulfitri 1447 H/2026, penjualan tiket bus di Kota Binjai mulai mengalami peningkatan. Namun, jumlah penumpang masih belum seramai tahun lalu,” ujarnya kepada Kliksumut.com, Kamis (19/3/2026).
BACA JUGA: Polres Sergai Pastikan Arus Mudik H-2 Lebaran 2026 Berjalan Lancar
Rendy menjelaskan, masyarakat sudah mulai membeli tiket dibandingkan hari biasa, meski peningkatannya belum signifikan.
“Kalau sekarang ada peningkatan dibanding hari biasa, tapi memang belum sebanyak tahun lalu. Tahun lalu sekitar H-10 Lebaran sudah banyak sekali yang beli tiket,” sebutnya.
Ia menambahkan, rute menuju Banda Aceh masih menjadi tujuan favorit penumpang. Kenaikan harga tiket juga terjadi setelah masa tuslah, dari Rp280 ribu menjadi sekitar Rp340 ribu. Kondisi tersebut dipengaruhi biaya operasional dan keterbatasan pasokan BBM jenis solar. Operator memperkirakan penambahan armada bus akan dilakukan mendekati puncak arus mudik, yakni mulai H-2 hingga sepekan setelah Lebaran.
BACA JUGA: Polda Sumut Berangkatkan 192 Pemudik Gratis dari Terminal Amplas Medan
Kondisi Ekonomi Pengaruhi Minat Mudik
Staf PT Antar Lintas Sumatera (ALS) perwakilan Binjai, Yanto, menyebut kondisi penumpang di loketnya masih relatif sepi. Layanan ALS di Binjai lebih banyak melayani rute menuju Bandara Kualanamu, sementara pemesanan perjalanan ke luar daerah dialihkan melalui Medan.
“Biasanya keberangkatan setengah jam sekali dan selalu ramai. Tapi sekarang agak susah, banyak yang bilang ekonomi lagi sulit,” katanya.
Meski begitu, pihak ALS memprediksi lonjakan penumpang akan terjadi pada H-2 Lebaran hingga beberapa hari setelah Hari Raya. Setelah Lebaran, arus penumpang dari bandara menuju Binjai diperkirakan meningkat.
Sementara itu, Sutrisno menyebut Dinas Perhubungan biasanya melakukan ramp check atau pemeriksaan kendaraan menjelang Lebaran guna memastikan keselamatan penumpang.
BACA JUGA: Mudik Bersama ESDM 2026 Resmi Dilepas, Ribuan Pemudik Berangkat dengan Harapan dan Kebersamaan
Mudik Gratis Jadi Solusi
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (PEemprov) Sumatera Utara (Sumut) kembali menggelar program mudik gratis Idulfitri 1447 Hijriah dengan menyediakan 5.500 kursi untuk berbagai moda transportasi.
Sekretaris Dinas Perhubungan Sumut, Rochani Litiloly, menyatakan program ini memberikan solusi perjalanan yang aman, nyaman, dan tanpa biaya bagi masyarakat.
Pemerintah membuka pendaftaran secara daring pada 2 hingga 10 Maret 2026 melalui laman resmi Pemprov Sumut. Untuk angkutan jalan, keberangkatan berlangsung pada 17–19 Maret dan arus balik pada 26–28 Maret. Kereta api melayani keberangkatan pada 16, 18, 27, dan 28 Maret, sedangkan angkutan laut beroperasi pada 16 dan 23 Maret.
Dinas Perhubungan Sumut menyiapkan 3.120 kursi transportasi darat dengan berbagai rute, termasuk Medan–Sibuhuan–Sosa hingga Medan–Padangsidimpuan. Selain itu, tersedia 1.300 kursi kereta api serta masing-masing 400 kursi untuk angkutan laut rute Belawan–Batam dan Batam–Belawan. Moda penyeberangan juga melayani rute Sibolga–Gunungsitoli.
Pemprov bersama sejumlah instansi terkait turut melakukan survei jalur mudik dan menemukan beberapa titik rawan kemacetan, kecelakaan, serta longsor, termasuk jalur Batu Lobang yang masih dalam perbaikan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah mengalihkan rute bus mudik gratis melalui Simpang Rampa dan Poriaha menuju Sibolga. (KSC)
REPORTER: Dody Ariandi








