KLIKSUMUT.COM – Piala Dunia 2026 menjadi panggung bersejarah bagi Timnas Irak yang kembali tampil di turnamen sepak bola terbesar dunia setelah penantian selama 40 tahun. Di balik perjuangan “Singa Mesopotamia” menuju Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, terdapat sosok gelandang kreatif yang menjadi motor permainan Irak, yakni Amir Al-Ammari.
Pemain berusia 28 tahun itu diprediksi menjadi salah satu figur penting dalam perjuangan Irak menghadapi persaingan berat di Grup I bersama Prancis, Norwegia, dan Senegal.
Amir Al-Ammari lahir di Jönköping, Swedia, pada 27 Juli 1997. Meski sempat membela tim kelompok umur Swedia, ia akhirnya memilih memperkuat Irak, negara asal ayahnya. Keputusan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam kariernya karena mengantarkannya menjadi bagian dari generasi emas Irak yang berhasil lolos ke Piala Dunia 2026.
Saat ini Al-Ammari bermain untuk klub Polandia, Cracovia, setelah sebelumnya meniti karier di sejumlah klub Swedia seperti Halmstads BK, IFK Göteborg, dan Jönköpings Södra. Pengalamannya bermain di kompetisi Eropa membuat kualitasnya semakin matang sebagai gelandang modern.
Dalam skuad Irak, Amir Al-Ammari dikenal sebagai gelandang kreatif yang memiliki visi permainan, kemampuan distribusi bola, dan ketenangan saat mengatur tempo pertandingan. Bersama pemain seperti Zidane Iqbal, ia menjadi penghubung antara lini pertahanan dan lini serang.
BACA JUGA: Irak Lolos ke Piala Dunia 2026, Singa Mesopotamia Siap Ukir Sejarah Baru
Kehadirannya sangat vital dalam skema pelatih Graham Arnold yang mengandalkan organisasi permainan yang disiplin serta serangan balik cepat untuk menghadapi lawan-lawan kuat di Piala Dunia 2026.
Salah satu momen paling bersejarah dalam karier Al-Ammari terjadi saat babak kualifikasi Piala Dunia. Ia mencetak penalti dramatis pada masa injury time yang membantu Irak meraih kemenangan penting atas Uni Emirat Arab dan menjaga asa menuju putaran final. Gol tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Irak menuju Piala Dunia pertama sejak 1986.
Keberhasilan itu membuat namanya semakin dicintai publik Irak dan dianggap sebagai simbol kebangkitan sepak bola negara tersebut.
Menjelang laga perdana melawan Norwegia yang diperkuat bintang dunia Erling Haaland, Amir Al-Ammari diproyeksikan menjadi pemain kunci yang bertugas menjaga keseimbangan permainan Irak. Bahkan sejumlah prediksi susunan pemain menempatkannya sebagai starter utama di lini tengah.
Dalam wawancara resmi FIFA, Al-Ammari mengungkapkan bahwa Piala Dunia 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola bagi Irak, melainkan simbol harapan dan kebanggaan nasional setelah puluhan tahun menanti kesempatan tampil kembali di panggung dunia.
BACA JUGA: Kylian Mbappé Jadi Andalan Prancis di Piala Dunia 2026, Siap Ukir Sejarah Baru
Meski berstatus underdog di Grup I, Irak datang dengan semangat besar dan dukungan jutaan penggemar. Kehadiran pemain berpengalaman seperti Amir Al-Ammari diyakini mampu memberikan stabilitas sekaligus inspirasi bagi rekan-rekannya.
Apabila mampu tampil konsisten, bukan tidak mungkin Al-Ammari akan menjadi salah satu gelandang yang mencuri perhatian sepanjang Piala Dunia 2026 dan membantu Irak menciptakan kejutan besar di turnamen paling bergengsi tersebut. (KSC)








