MEDAN | kliksumut.com – Sebanyak 3 orang meninggal dunia dan 2 orang luka-luka akibat terjadinya longsor diperbukitan di kawasan Sibolangit, di sekitar PDAM Tirtanadi, menuju Medan-Berastagi, Jalan Jamin Ginting, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, pada Sabtu (23/10/2021) sekira pukul 18.46 Wib.
Ketiga korban yang meninggal dari informasi pihak kepolisian, yaitu seorang ibu guru, Layani Br Bangun (58) bersama anaknya Novita Sari Br Sembiring Meliala (29) yang merupakan seorang honorer yang tinggal di Desa Sekoci Besitang, keduanya meninggal di Rumah Sakit Adam Malik Medan dan selanjutnya Armando Sebayang (31) seorang wiraswata, warga Jalan Parang IV, Kabanjahe meninggal di puskesmas Sibolangit, Desa Sibolangit, Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang.
Sedangkan dua orang yang selamat dan saat ini dalam perawatan, yaitu seorang mahasiswi Gusrini Hagaina Br Ginting (23) warga Jalan Sedap Malam 1 No. 48, Kabanjahe dan Seorang Guru juga, Ferdinan Tarigan (58) warga Jalan Palas 7 A no.37 Kabanjahe.
BACA JUGA: Terjadi Longsor di Sibolangit, Lalu Lintas Macet Total
Peristiwa ini terjadi akibat hujan deras disekitar Kabanjahe, Karo hingga ke Kota Medan. Sekitar pukul 18.30 WIB melintas 1 unit mobil jenis minibus jenis Xenia dengan berpenumpang 5 orang, tepat di Jalan Jamin Ginting Km. 36 tepatnya tikungan tirtanadi, Desa Sibolangit secara tiba-tiba terjadi longsor dan menjatuhkan berbatuan dari perbukitan.
Alhasil tanah dan berbatuan menimpa mobil minibus yang ditumpangi oleh kelima orang tersebut risek hingga tidak menampakkan jenis mobil yang sudah tertimbun tanah dan berbatuan dari perbukitan tersebut.
Warga dan pihak kepolisian yang mengetahui peristiwa tersebut mencoba melakukan evakuasi para korban dari timbunan berbatuan dan tanah. “Lampu.. lampu, ayo kita coba angkat batu ini,” sebut warga yang ingin mengevakuasi warga dari video media sosial instagram klik sumut.
BACA JUGA: Kapolres Karo Ikut Turun Kelapangan Cari Korban Tanah Longsor
Selanjutnya didalam video di instagram klik sumut memperlihatkan bahwa pihak kepolisian mengerahkan alat berat untuk melakukan evakuasi para korban dan juga telah membawa para korban ke rumah sakit untuk dalam perawatan insentif, walaupun 3 orang dinyatakan meninggal dunia dan 2 orang mengalami luka-luka. (red)








