13 Pengurus PGRI Se-Kabupaten Aceh Tenggara Dilantik Kadis Pendidikan dan Kebudayaan

13 Ketua Kecamatan PGRI Dilantik Kadis Dikbut Aceh Tenggara
ebanyak 13 pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) se-Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) masa bhakti periode 2022-2027 dilantik oleh Kepala Dinas (Kadis) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Agara.

KUTACANE | kliksumut.com – Sebanyak 13 pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) se- Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) masa bhakti periode 2022-2027 dilantik oleh Kepala Dinas (Kadis) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Agara, H. Julkifli, Spd, Mpd, Jum’at (11/11/2022) kemarin di Aula Dikbut Kabupaten Agara, Desa Tanah Merah, Kecamatan Badar, Agara.

Pelantikan yang dilakukan oleh Kadis Dikbud Agara yang sekaligus Ketua PGRI Kabupaten Agara, H. Julkifli, Spd, Mpd yang dihadiri oleh Kamenag Aceh Tenggara, Saiful.S.HI dan Rektor Universitas Gunung Leuser (UGL) Aceh Tenggara, Dr Indra Utama, Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) H. Ruslan Pengurus PGRI Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tenggara Julkifli Spd Mpd dan para Guru beserta tamu undangan.

BACA JUGA: Ratusan Rumah Rusak Dihantam Banjir di Kecamatan Darul Hasanah, Agara

Dalam kesempatan ini, H. Julkifli, Spd, Mpd selaku Kadis Dikbud dan Ketua PGRI Aceh Tenggara kepada Ketua dan pengurus PGRI Kecamatan yang sudah dilantik dan jabatan ini adalah sebagai amanah yang diberikan Allah Subhanahu wa ta’ala buat bapak-ibu semua.

“Yang mana amanah itu akan kita pertanggung jawabkan ke hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala, Semoga PGRI di tahun lalu yang sudah baik. Mudah-mudahan yang akan datang bisa menjadi lebih baik lagi, lebih bermanfaat lagi buat masyarakat khususnya masyarakat Aceh Tenggara,” jelas Julkifli.

Dirinya juga berkeinginan ke depan PGRI yang selama ini hanya biasa-biasa saja bisa hari ini bisa melahirkan suatu inovasi yang baru yang bisa perubahan tata cara ajar mengajar dan sebagainya, seperti 45 tahun yang lalu di Kabupaten Aceh Tenggara.

“Telah memecahkan rekor murid yaitu untuk penulis terbanyak, inovasi- inovasi baru harus kita buat demi kemajuan pembangunan daerah bumi sepakat segenep yang kita cintai ini,” harap Julkifli lagi.

Pos terkait