SIBOLGA | kliksumut.com – Warga Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga membentangkan spanduk menolak aktivitas nelayan pembom ikan di wilayah mereka.
Spanduk bertulis pesan penolakan itu terpasang di sejumlah titik sekitar lokasi terjadinya ledakan keras pada hari Senin (24/1/2022) lalu, di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Sibolga.
Ledakan itu diduga berasal dari bom ikan, yang disimpan dalam sebuah gudang tangkahan Beringin tempat bersandar kapal nelayan penangkap ikan.
BACA JUGA: Meski 30 Saksi Diperiksa Polisi, Jamil Tegaskan Pelaku Penyimpan Bahan Bom Ikan Nyerahkan Diri!
Erwinsyah Enek Tanjung, warga setempat mengatakan, nelayan pengguna bom ikan di Sibolga saat ini semakin banyak jumlahnya.
Karenanya, ia dan warga lainnya berencana akan melakukan aksi sweeping kapal pembom ikan di sejumlah tangkahan khususnya wilayah tempat tinggal mereka.
“Pembom ikan ini nampaknya sudah merajalela. Sudah mulai menjamur di sejumlah tangkahan di Kota Sibolga. Kalau masih ada kapal bom ikan di pesisir Kelurahan Pancuran Bambu ini, mungkin akan kami mengadakan sweeping terhadap kapal-kapal bom yang ada di tangkahan,” ucap Erwin usai memasang spanduk penolakan bersama sejumlah warga, Sabtu (29/1/2022).
BACA JUGA: Ledakan di Gudang Ikan, 30 Saksi Masih Diperiksa Polres Sibolga
Warga lainnya, Khairul Ahmad berharap Polisi bisa segera menangkap pihak yang terlibat dan bertanggungjawab atas ledakan di gudang tangkahan Beringin, yang melukai enam orang itu.
“Saya sangat berharap bila pelaku segera ditangkap dan dipenjarakan. Saya minta bapak Kapolda dan bapak Kapolres Sibolga memberikan hukaman berat kepada pelaku bom ikan agar ada efek jera bagi yang lain,” kata Khairul. (Benny)








