Warga Desa La’uri Usulkan Bedah Rumah untuk Nares Zendratô, Petani 61 Tahun yang Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni

Warga Desa La'uri Usulkan Bedah Rumah untuk Nares Zendratô, Petani 61 Tahun yang Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni
Kondisi Rumah Nares Zendratô (61) yang tidak layak huni, di Desa La'uri, Kecamatan Gidô, Kabupaten Nias. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | NIAS – Keprihatinan menyelimuti Desa La’uri, Kecamatan Sogaeadu, Kabupaten Nias. Seorang warga lanjut usia, Nares Zendratô (61), harus bertahan hidup di sebuah rumah kayu yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan tidak layak huni.

Dari pantauan di lapangan, rumah yang ditempati Nares bersama keluarga terlihat sudah rapuh di hampir seluruh bagiannya. Rangka bangunan terbuat dari kayu yang lapuk dan sebagian sudah dimakan usia. Beberapa tiang penyangga tampak miring dan retak, sehingga membahayakan keselamatan.

Atap rumah menggunakan seng yang sudah berkarat dan berlubang di beberapa sisi. Saat hujan turun, air dengan mudah masuk dan membasahi lantai. Dinding rumah hanya terbuat dari papan-papan kayu tua yang kusam, renggang, dan sebagian sudah keropos. Cahaya matahari bahkan dapat masuk dari celah- celah dinding tersebut. Lantai rumah berupa semen yang sudah pecah- pecah dan sebagian masih tanah.

BACA JUGAGubernur Bobby Nasution Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

Di teras yang hanya ditopang tiang kayu sederhana, terlihat kursi plastik tua dan meja kecil. Dua anak kecil tampak berdiri di depan pintu rumah yang sudah lapuk. Kondisi ini menjadi gambaran nyata betapa sulitnya kehidupan sehari- hari keluarga tersebut.

Nares Zendratô diketahui bekerja sebagai petani padi sawah dengan penghasilan yang pas- pasan dan tidak menentu. Dengan kondisi ekonomi seperti itu, mustahil baginya untuk merenovasi rumah secara mandiri.

“Kami mengajukan Bapak Nares Zendratô sebagai penerima bantuan Rumah Layak Huni Program TNI. Beliau sudah 61 tahun, bekerja sebagai petani, dan termasuk warga kurang mampu di Desa La’uri. Rumahnya sudah sangat tua, dinding lapuk, atap bocor, dan tiangnya sudah tidak kuat lagi. Kami khawatir kalau terjadi angin kencang atau hujan deras,” ujar Fris Sandroto, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wilayah Dusun V Desa La’uri.

Menurut BPD, Nares sangat mengharapkan adanya bantuan renovasi rumah agar ia dan keluarga bisa tinggal dengan aman, sehat, dan layak. Setiap hari ia harus bertarung dengan cuaca. Ketika panas, seng yang bocor membuat rumah terasa gerah. Ketika hujan, lantai menjadi becek dan barang-barang terancam basah.

Pihak pengusul berharap besar agar TNI melalui Program Rumah Layak Huni dapat segera memberikan bantuan berupa pembangunan atau rehabilitasi rumah untuk Nares Zendratô. Program ini dinilai sangat tepat sasaran karena menyentuh langsung masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

BACA JUGA: Warga dan Sekolah Sambut Gembira Rencana Gubernur Bobby Bangun SD Negeri Lasara di Nias Utara

Program Rumah Layak Huni TNI sendiri merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui program ini, TNI hadir membantu masyarakat kurang mampu agar memiliki tempat tinggal yang layak, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan keluarga.

BPD Desa La’uri bersama keluarga Nares Zendratô berharap usulan ini dapat segera ditindaklanjuti oleh Komando Distrik Militer 0213/Nias, agar harapan seorang petani berusia 61 tahun untuk memiliki rumah yang layak dapat terwujud. (KSC)

Reporter: Martinus Gea

Bacaan Lainnya

Pos terkait