Wabup Asahan Apresiasi Program Penanaman Jagung Lapas Labuhan Ruku, Perkuat Ketapang dan Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan

Wabup Asahan Apresiasi Program Penanaman Jagung Lapas Labuhan Ruku, Perkuat Ketapang dan Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan
Wakil Bupati Asahan, Rianto, saat menghadiri kegiatan penanaman jagung di lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT BSP, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, Rabu (5/8/2026). (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan memberikan dukungan penuh terhadap program penanaman jagung yang digagas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan. Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, saat menghadiri kegiatan penanaman jagung di lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT BSP, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku beserta jajaran, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Asahan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

BACA JUGA: Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat Persiapan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Tekankan Sinergi Panitia

Dalam keterangannya, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, menjelaskan bahwa peninjauan ke lokasi tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Lapas Minimum Security Asahan. Sebelum proses pembangunan dimulai, lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya jagung agar tetap produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, pemanfaatan lahan melalui sektor pertanian bukan sekadar mendukung program ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembinaan warga binaan. Mereka yang telah memenuhi hasil asesmen dan mendekati masa bebas akan dilibatkan dalam kegiatan bercocok tanam sehingga memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

“Kami ingin lahan ini benar-benar hidup dan produktif sebelum pembangunan Lapas Minimum Security Asahan dilaksanakan. Selain menghasilkan komoditas pertanian, program ini juga menjadi sarana membekali warga binaan dengan kemampuan yang bermanfaat untuk masa depan mereka,” ujar Jalu.

Sementara itu, Wakil Bupati Asahan, Rianto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang menghadirkan program pembinaan berbasis pemberdayaan melalui sektor pertanian. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Rianto mengatakan, kegiatan penanaman jagung kali ini merupakan pelaksanaan periode kedua. Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan di lahan seluas 5,5 hektare dan berhasil memberikan hasil panen yang memuaskan.

“Kami mendukung dan mensuport penuh kegiatan ini. Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberikan edukasi kepada warga binaan yang telah memenuhi asesmen. Ketika mereka kembali ke masyarakat, khususnya warga Asahan, mereka sudah memiliki keterampilan bercocok tanam yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama mengikuti program tersebut dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas, sehingga tidak lagi terjerumus dalam pelanggaran hukum.

“Ketika keluar dari sini mereka membawa ilmu bercocok tanam. Harapan kita, mereka mampu mandiri, memiliki pekerjaan yang produktif, dan tidak lagi kembali menjadi warga binaan. Program seperti ini sangat luar biasa karena memberikan harapan baru bagi masa depan mereka,” tambah Rianto.

BACA JUGA: Wakil Bupati Asahan Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Kirab Merah Putih di Desa Silo Baru

Atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan, Rianto juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara dan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku atas komitmennya menghadirkan program yang memberikan manfaat ganda, baik bagi ketahanan pangan maupun pembinaan warga binaan. Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh sinergi yang positif antara pemerintah daerah dan instansi vertikal.

Rangkaian kegiatan ditandai dengan penanaman bibit jagung secara simbolis oleh Wakil Bupati Asahan bersama Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara, Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, serta para undangan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan lahan dan sesi wawancara bersama para pejabat terkait mengenai pengembangan program ketahanan pangan dan rencana pembangunan Lapas Minimum Security Asahan di Kabupaten Asahan. (KSC)

Reporter: Dinda Meyla Sari

Bacaan Lainnya

Pos terkait