TANJUNGBALAI | kliksumut.com – Viral di medsos ungkapan perasaan kekecewaan terhadap pelayanan kepada pasien karena merasa ditelantarkan saat dirujuk, Selasa (28/11/2023).
Ade Stefani anak dari pasien saat dikonfirmasi mengatakan bahwa ibu nya datang ke RSUD tengku Mansyur awalnya hanya ingin untuk melakukan pemeriksaan dan rawat jalan, namun pihak RSUD T. Mansyur menganjurkan untuk rawat inap agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
BACA JUGA: Walikota Tanjungbalai Ingatkan seluruh ASN Harus Netral di Pemilu
“Pihak rumah sakit menyuruh rawat inap bang, awalnya mamak saya tidak mau, tapi karena mau di ronsen maka mamak saya setujulah bang. Tapi ketika kami tanya mamak kami, katanya tidak di ronsen, kami tanya pihak rumah sakit jawabnya di ronsen, terus saat keluarga mintak dan nanya hasil ronsen mereka tidak bisa menunjukkan nya bang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ade mengatakan bahwa 2 hari setelah dirawat di RSUD T. Mansyur Kota Tanjungbalai, pihak dokter menganjurkan agar pasien dilakukan rujuk ke Rumah Sakit yang berada di Medan yang memiliki alat lebih lengkap agar dapat dilakukan pemeriksaan melalui MRai.
“Awalnya juga ayah saya menolak untuk dirujuk bang, tapi karena kasihan lihat mamak, ayah setuju untuk dilakukan rujuk. Tapi yang sangat kami kecewakan dari pihak RSUD Tengku Mansyur, mamak saya di rujuk ke rumah sakit yang tidak memiliki alat MRai sehingga ketika kami sampai di rumah sakit rujukan tersebut, pihak rumah sakit merasa heran dengan pasien yang dikirim,” ucapnya.
“Pihak rumah sakit medan heran setelah membaca berkas kami bang, bahkan pihak dokter bilang bahwa pihak RSUD T. Mansyur sudah mengetahui bahwa rumah sakit mereka tidak memiliki alat MRai tapi kenapa dirujuk kesini. Saat ayah saat menelpon ke RSUD T. Mansyur bang, tidak ada yang menjawab, kami merasa telah dipermainkan oleh RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai bang,” tegasnya.
BACA JUGA: Anggota PWI Lolos Komisioner KPU Tanjungbalai 2023-2028
Sementara itu Direktur Rumah Sakit Umum Tengku Mansyur kota Tanjung Balai, dr Tengku Mestika Mayang mengungkapkan akan mengecek kembali masalah tersebut.
“Saya harus cek lagi, Karena setau Saya kita mengunakan sirut untuk mengirim pasien, Dan soal pemeriksaan lanjutan dokter yang di tempat rujukan yang punya wewenang,” pungkasnya. (Gani)








