KLIKSUMUT.COM | ASAHAN – Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, secara resmi menutup Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2026 yang telah berlangsung selama empat hari, 29 September hingga 2 Oktober 2026.
Acara penutupan berlangsung di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Jumat (2/10/2026), dihadiri Wakil Bupati Asahan, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Dandim 0208/Asahan, perwakilan Kajari Asahan, perwakilan Kapolres Asahan, perwakilan Danlanal TBA, Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, para Camat se-Kabupaten Asahan serta Ketua dan pengurus TP PKK Kabupaten Asahan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Asahan, Mohammad Azmy Ismail AP, dalam laporannya menyampaikan seluruh rangkaian FSQ yang dipusatkan di Kecamatan Kisaran Barat berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.
BACA JUGA: Desa Ledong Barat Asahan Raih Nilai 95, Masuk Kategori Istimewa dalam Penilaian Desa Antikorupsi
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari jajaran pemerintah kecamatan dan desa hingga masyarakat serta Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Agung H. Achmad Bakrie Kisaran.
“Apresiasi dan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan FSQ, khususnya Camat Kisaran Barat, para kepala desa, masyarakat, serta BKM Masjid Agung H. Achmad Bakrie Kisaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, para peserta yang berhasil meraih prestasi terbaik akan memperoleh penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Asahan berupa trofi dan uang tunai.
Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menegaskan bahwa FSQ tidak semestinya dipandang hanya sebagai kompetisi seni bernuansa keagamaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki peran strategis sebagai ruang pembinaan generasi muda agar memiliki kemampuan intelektual yang berjalan seiring dengan penguatan iman dan takwa.
“Harapan kita, FSQ ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan seni dan keagamaan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda agar memiliki kemampuan intelektual yang dibalut dengan iman dan takwa,” kata Taufik.
Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Asahan akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan FSQ dari tahun ke tahun. Evaluasi tersebut dinilai penting agar kualitas penyelenggaraan maupun pembinaan peserta semakin meningkat.
Taufik juga memberikan perhatian khusus terhadap cabang rebana klasik. Ia meminta seluruh camat di Kabupaten Asahan meningkatkan partisipasi dengan memastikan adanya peserta yang dikirim pada pelaksanaan FSQ mendatang.
“Kepada seluruh Camat se-Kabupaten Asahan, kita wajibkan untuk mengirimkan peserta FSQ, khususnya rebana klasik, pada tahun-tahun berikutnya,” tegasnya.
Bupati berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat melahirkan talenta-talenta terbaik dari Kabupaten Asahan. Tidak hanya mampu berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga dapat membawa nama Asahan ke panggung yang lebih tinggi.
“Harapan kita, Asahan dapat membawa namanya sampai ke tingkat nasional,” ujarnya.
BACA JUGA: Bupati Asahan Tutup Jambore Anak Asahan 2026: Cetak Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam penutupan tersebut juga dilakukan pengumuman dan penyerahan penghargaan kepada para juara umum FSQ Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2026.
Kecamatan Kota Kisaran Barat berhasil keluar sebagai Juara I. Posisi Juara II diraih Kecamatan Air Batu, sementara Kecamatan Sei Dadap menempati Juara III.
Dengan berakhirnya rangkaian FSQ 2026, Pemerintah Kabupaten Asahan berharap semangat pelestarian seni budaya Islam tidak berhenti pada panggung perlombaan, tetapi terus berkembang melalui pembinaan yang konsisten di tengah masyarakat dan generasi muda. (KSC)
Reporter: Dinda Meyla Sari








