Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sumut Jajaki Pemanfaatan Teknologi Pertanian Presisi


“Kondisi tersebut perlu dibenahi. Sehingga seluruh komoditas pertanian kita bisa surplus,” ujar Edy Rahmayadi.

Jika seluruh komoditas pertanian Sumut surplus, kata Edy, maka bisa mencukupi kebutuhan Pulau Sumatera. Penghasilan Asli Daerah (PAD) Sumut juga meningkat. Untuk itu, diharapkan teknologi pertanian tersebut dapat meningkatkan produksi pertanian di Sumut.

Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah para kesempatan itu, juga tertarik dengan penggunaan sistem tersebut. Selain efisiensi modal pertanian, hasilnya juga maksimal. Ia mengharapkan jika sistem ini digunakan akan dapat menyejahterakan masyarakat Sumut.

Baca juga: Pensiunan PNS Diharapkan Terus Berkarya dan Berbakti Pada Masyarakat


Sementara itu, Direktur Utama PT Buwana Selaras Investment Wijayanto selaku pemegang lisensi sistem LTI memaparkan berbagai keunggulan sistem tersebut. Di antaranya produktivitas tanaman pertanian jauh lebih tinggi dibanding metode lain. Ia mencontohkan untuk tanaman jagung dalam satu hektare (ha) lahan bisa menghasilkan 27 ton/ha. Berbeda dengan metode konvensional yang hanya mampu menghasilkan sembilan ton/ha.

Sistem LTI menggunakan protokol tanaman padat. Dengan metode ini, sumber daya yang digunakan seperti air akan lebih hemat. Selain itu, siklus pertumbuhan bisa lebih singkat. “Jagung bisa dipanen dalam rentang waktu 2,5 bulan beda dengan metode konvensional yang panen dalam 3 sampai 4 bulan,” jelas Wijayanto. (Rel/wl)
[19/5 17.01] Om Wali: P

Pos terkait